Breaking News:

Berita Mojokerto

Cendekiawan Bantu BUMDes Tanjungan Mojokerto Optimalisasi Bisnis Wisata yang Terdampak Pandemi

Sejumlah cendekiawan Universitas Surabaya membantu pembekalan dan pendampingan untuk membantu BUMDes Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Kegiatan pembekalan dan pendampingan BUMDes terdampak Pandemi di Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (2/10/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Sejumlah cendekiawan Universitas Surabaya (Ubaya) turun gunung membantu masyarakat untuk mengoptimalkan potensi desa melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (2/10/2021).

Kegiatan pembekalan dan pendampingan yang meliputi Business Plan dan rencana pengembangan inovasi layanan dan fasilitas termasuk pariwisata tersebut berguna bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat Desa Tanjungan dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir ini.

Ketua Program Studi Magister Psikologi Sains UBAYA, Dr Frikson Christian S.Psi., M.T., Psikolog mengatakan, kegiatan pembekalan dan pendampingan untuk membantu BUMDes Tanjungan terutama terkait pengelolaan sekaligus mengembangkan potensi desa setempat.

Apalagi, BUMDes Tanjungan memiliki sejumlah unit bisnis yakni tempat pemancingan, wisata Waduk dan kolam renang anak-anak. Kini, BUMDes Tanjungan mengembangkan eduwisata (edukasi wisata).

"Kami mendesain kegiatan sesuai kebutuhan untuk program pengembangan Desa Tanjungan dan pembekalan pengembangan organisasi serta SDM dalam memperbaiki beberapa hal terkait dengan penataan-penataan,” ungkapnya, Sabtu (2/10/2021).

Christian menyebut, Desa Tanjungan salah satu contoh kasus desa wisata yang berhadapan langsung dengan realita pandemi. Sehingga, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mendongkrak kembali kegiatan unit bisnis BUMDes Tanjungan yang terdampak pandemi.

Jika kegiatan unit bisnis kembali aktif, lanjut dia, dapat berimbas baik terhadap pemberdayaan masyarakat setempat, seperti pemandu wisata, membangkitkan sentra kuliner atau makanan khas di Desa Tanjungan.

Sebelumnya, unit bisnis BUMDes Tanjungan memang terkendala karena adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) serta terhambat dengan operasionalisasi.

"Namun dengan adanya pembekalan dan pendampingan ini diharapkan BUMDes Tanjungan sudah memiliki gambaran utuh bagaimana mengembangkan masing-masing unit yang dimiliki dalam sebuah perencanaan terstruktur,” ucap Christian.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved