Breaking News:

Berita Nganjuk

Para Kades di Nganjuk Diberikan Bimbingan terkait Manfaatkan Dana BKK untuk Infrastruktur Desa

Pemkab Nganjuk memberikan bimbingan dan arahan terhadap 42 Kepala Desa penerima dana BKK (Bantuan Khusus Keuangan) 2021.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk H Marhaen Djumadi turun langsung memantau perbaikan infrastruktur jalan desa di Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Pemkab Nganjuk memberikan bimbingan dan arahan terhadap 42 Kepala Desa penerima dana BKK (Bantuan Khusus Keuangan) tahun 2021.

Hal itu dimaksudkan agar pemanfaatan dana BKK untuk infrastruktur Desa dan khususnya untuk pengembangan kawasan Pedesaan Selingkar Wilis bisa dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, sebenarnya nilai dana BKK itu dikisaran Rp 100 juta hingga Rp 300 juta tersebut cukup kecil.

Akan tetapi, dana BKK tersebut bisa sebagai pancingan bagi Desa penerima untuk bisa dimanfaatkan membangun sesuai potensi dan program yang dikembangkan di Desa tersebut.

"Kami inginkan pembangunan Desa di Kabupaten Nganjuk itu semuanya berbasis Partisipasi masyarakat. Artinya, masyarakat diharapkan berperan aktif dalam membangun Desanya dan tidak hanya menyerahkan pembangunan pada Pemerintah Desa saja," kata Marhaen Djumadi, Jumat (1/10/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, sekarang ini Pemkab Nganjuk juga berupaya mendorong pembangunan Desa sesuai kearifan lokal atau potensi yang dimiliki.

Termasuk dalam mempersiapkan pembangunan infrastruktur Desa yang masuk rencana Proyek Stratgegis Nasional (PSN) Selingkar Wilis dan PSN Bendungan Semantok.

Diharapkan Desa-desa yang ada disekitar PSN tersebut bisa membangun infrastrukturnya sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki.

"Jadi meski ada ketentuan dalam pemanfaatan dana BKK, tetapi Pemkab selalu mendorong pemanfaatanya itu juga disesuaikan dengan kearifan lokasi yang dimiliki Desa," ucap Marhaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk dalam mengalokasikan dana BKK untuk Desa cukup terbatas akibat sebagian anggaran masih terpakai untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Meski demikian, Pemkab Nganjuk tidak akan tinggal diam dalam mendorong pembangunan infrastruktur terutama di Desa-desa yang berada atau berdekatan dengan Proyek Strategis Nasional.

"Salah satunya dengan sejak awal merencanakan pembangunan di Desa-desa tersebut, sehingga ketika PSN selesai maka Desa-desa di Kabupaten Nganjuk tidak tertinggal atau hanya menjadi penonton."

"Tetapi Desa-desa di Nganjuk nantinya harus bisa ikut memetik hasil dari adanya PSN, seperti Bandara Kediri, Selingkar Wilis, atau Bendungan Semantok," tutur Marhaen Djumadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved