Breaking News:

Berita Sidoarjo

Mbak Puti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sidoarjo: Empat Pilar Tak Bisa Ditawar

Empat pilar berbangsa meliputi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surya.co.id/m taufik
Mbak Puti sosialisasi empat pilar kebangsaan di edOTEL Sidoarjo, Kamis malam (30/9/2021). 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Empat pilar berbangsa dan bernegara meliputi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak bisa ditawar.

Demikian kata Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di edOTEL  Sidoarjo, Kamis (30/9/2021) malam.

"Empat pilar kebangsaan itu untuk dilaksanakan dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata politisi PDIP ini.

Kepada seratusan peserta dari kader PDI Perjuangan (PDIP) dan masyarakat umum yang hadir, cucu Soekarno itu menegaskan bahwa semua mesti mengetahui latar sejarah kelahiran Pancasila itu sendiri.

"Kata Pancasila pertama kali termaktub dari naskah pidato Bung Karno yang disampaikan dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945," ujar Puti.

"Pada era itu, dunia sedang terbelah dalam dua blok besar yakni komunis dan kapitalis, kiri dan kanan," lanjut Puti dalam acara yang dipandu Rahmat Pavi Harjo dan menghadirkan narasumber Endang Kristyawati dari BPJS Watch tersebut.

Endang Kristyawati pada kesempatan itu menyampaikan, Pancasila dengan nilai utama yakni gotong royong, tidak sekadar di awang-awang.

Sistem jaminan kesehatan nasional, dengan pelaksana Badan Penyelenggara Jaminaan Sosial (BPJS) adalah pelaksanaan gotong royong atau aplikasi dari Pancasila secara nyata.

Singkatnya, kata Endang, peserta BPJS yang mampu secara ekonomi menjadi peserta mandiri dengan membayar iuran. Ini untuk menyubsidi peserta yang tidak mampu. Selain ada juga peserta kategori penerima bantuan yang pembiayaannya ditanggung negara.

“Ini adalah aplikasi dari gotong royong, semangatnya agar semua warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara."

"Meski dalam prakteknya masih ada kekurangan-kekurangan dan kendala teknis, tetapi semangatnya adalah gotong royong sesuai nilai-nilai Pancasila,” terang Endang.

Perkembangan beberapa tahun terakhir, kata Endang, pemerintah pusat secara nasional mencanangkan kesehatan semesta atau Universal health Coverage (UHC).

Cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved