Berita Surabaya
Dosen Universitas Narotama Surabaya Buat Aplikasi Visualisasi Latihan Tempur Marinir
Aplikasi ini akan membantu pada saat latihan tempur menggunakan senjata Meriam Howitzer 105 yang dipakai di Resimen Artileri 2 Marinir
Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pertahanan dan Keamanan suatu negara layaknya masuk dalam pemikiran dan tanggung jawab semua warganya.
Komponen pertahanan keamanan tak hanya melibatkan tentara, namun juga masyarakat secara luas.
Karena di masa perang semua komponen masyarakat mau tidak mau akan terlibat atau dilibatkan.
Dalam hal ini, Dosen Universitas Narotama Surabaya, Aryo Nugroho terpanggil sebagai warga negara untuk berkontribusi pada sektor ini.
Aryo membentuk tim dengan mengajak alumni dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Narotama, Heru Purnomo dan Kapten Marinir Yopi Arianes untuk membuat aplikasi yang membantu visualisasi latihan tempur di pasukan marinir.
Di mana analisis permasalahan dilakukan dan dikerjakan melalui riset skala kecil di pasukan marinir.
“Aplikasi ini akan membantu pada saat latihan tempur menggunakan senjata Meriam Howitzer 105 yang dipakai di Resimen Artileri 2 Marinir," ujar Dosen Universitas Narotama Surabaya, Aryo Nugroho, Jumat (1/10/2021).
"Penggunaannya pun terbukti sangat membantu visualisasi pasukan yang menggunakan senjata Meriam Howitzer 105,” lanjut Aryo.
Aplikasi tersebut bekerja menggunakan prinsip simulasi permainan atau yang lebih dikenal dengan serious game.
“Melalui aplikasi ini, perhitungan koordinat dan jarak tembakan dapat ditentukan. Selanjutnya visualisasi penembakan dapat disimulasikan untuk mendukung dan memudahkan saat operasi latihan tempur,” ujarnya.
Riset kecil ini mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Komandan Resimen Artileri 2 Marinir ,Kolonel Marinir Aris Budiadi yang diserahkan pada 23 September 2021 lalu di Bumi Marinir Karangpilang.
Acara itu digelar bersamaan dengan upacara penutupan lomba menembak antar batalyon di resimen tersebut.
Acara juga dilanjutkan dengan memberikan kesempatan untuk belajar menembak dengan pistol dan peluru standard Pindad sebagai bentuk apresiasi dari Komandan.
“Semoga kontribusi kecil ini bermanfaat dan berlanjut pada riset pertahanan keamanan selanjutnya,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/aryo-nugroho.jpg)