Breaking News:

Berita Mojokerto

Dinas PUPR Panggil 9 Kontraktor yang Lambat Kerjakan Proyek Jalan dan Jembatan di Mojokerto

Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto memanggil sembilan kontraktor yang terlambat dalam pengerjaan proyek pembangunan jalan dan jembatan.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Henri Surya. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto memanggil sembilan kontraktor yang terlambat dalam pengerjaan proyek pembangunan jalan dan jembatan.

Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Henri Surya mengatakan, dari 33 paket pengerjaan proyek ada 9 kontraktor yang terlambat di atas 10 persen dari ketentuan jadwal 90 hari dan 120 hari.

"Kami lakukan Show Cause Meeting (SCM) dengan memanggil 9 kontraktor yang terlambat di atas 10 persen itu yang tujuannya untuk solusi mengejar keterlambatan agar pengerjaan kontruksi sesuai target," ungkapnya kepada SURYA.CO.ID, Jumat (1/10/2021).

Henri menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan keterlambatan pengerjaan itu di antaranya persoalan koordinasi lahan antar instansi (Perhutani), kendala lalu lintas, tahapan kontruksi sebagian kecil pendanaan dan paling banyak kondisi alam/ geografis.

Seluruh kontraktor yang dipanggil telah menyampaikan kendala-kendala yang mereka hadapi sehingga dapat mengejar keterlambatan.

"Kami sudah lakukan teguran terhadap yang bersangkutan agar segera dilakukan percepatan pengerjaan yang paling banyak di Kecamatan Kemlagi, Jetis dan Pacet," jelasnya.

Henri menyebut, berdasarkan hasil monitoring evaluasi di lapangan ada lima proyek yang pengerjaannya telah selesai. Total sebanyak 33 paket pemeliharaan jalan dan jembatan dengan anggaran pagu sekitar Rp 130 miliar dipastikan rampung sesuai jadwal.

"Ada lima proyek pengerjaan yang sudah selesai 90 hari dan kini 27 masih dalam pengerjaan, kami berupaya seluruhnya dapat selesai sesuai kontrak," terangnya.

Menurut dia, pihaknya kini fokus dalam pengerjaan jalan dan pembangunan di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong yang mencapai sekitar 50 persen. Kemudian, pengerjaan jalan beton di kawasan Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

"Anggaran terbesar salah satunya di pembangunan jalan beton Pagerluyung dengan pagu sekitar Rp 7 miliar," ucap Henri.

Dia menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi jika pengerjaan proyek pembangunan dan jembatan telah melewati batas tanggal kontrak.

"Kalau lewat tanggal kontrak bisa sanksi denda 1/1000 dari kontrak per hari," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved