Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bank Indonesia Melaksanakan Inkubasi Desain Model dan Produksi Baju Siap Pakai di Banyuwangi

Mendorong pemulihan ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember menggelar pelatihan Inkubasi Desain Model dan Produksi Baju Siap Pakai

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Mendorong pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya saing UMKM fesyen, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember menggelar pelatihan Inkubasi Desain Model dan Produksi Baju Siap Pakai, di Kabupaten Banyuwangi. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Mendorong pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya saing UMKM fesyen, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember menggelar pelatihan Inkubasi Desain Model dan Produksi Baju Siap Pakai, di Kabupaten Banyuwangi.

Pelatihan yang diselenggarakan di SMK Sri Tanjung Banyuwangi itu, dilaksanakan mulai tanggal 29 September hingga 11 Oktober 2021.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Hestu Wibowo mengatakan, bahwa lebih dari 97,8 persen pelaku ekonomi di Indonesia adalah UMKM.

"UMKM menyerap tenaga kerja yang cukup besar sekitar 70 persen dan pelatihan ini merupakan media untuk mendorong UMKM agar bisa bersaing tinggi dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi," kata Hestu, saat membuka pelatihan, Rabu (29/9/2021).

Hestu menambahkan, pelatihan ini juga untuk mendukung program gerakan nasional bangga produk Indonesia dan bangga berwisata di Indonesia.

Pelatihan inkubasi ini menurut Hestu juga untuk mendorong para pelaku UMKM fesyen untuk memperkuat suistanable dan halal fashion, yang saat ini telah menjadi tren global fashion.
"Pemintaan pasar domestik saja sudah sangat besar. Banyuwangi memiliki potensi dan ikon lokal yang luar biasa di bidang fashion, sehingga bisa lebih digali lagi," jelas Hestu.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 20 desainer dan 20 penjahit yang nantinya akan dikolaborasikan, untuk membuat sebuah produk. Mereka berasal dari kelompok pembatik Sekar Jagad Blambangan Banyuwangi dan Komunitas Desainer Banyuwangi (KDB).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember juga mendatangkan desainer ternama yang telah malang melintang dalam fashion nusantara, yaitu Wignyo Rahadi.

Wignyo dikenal sebagai desainer yang mengembangkan dan merevitalisasi ragam wastra nusantara, seperti Tenun Masalili Tenun Buton, Tenun Wakatobi Sulawesi Tenggara, Tenun Pringgasela dan Songket Sumbawa NTT, Tenun Tanimbar dari Maluku serta Songket Sambas dan Tenun Lunggi dari Kalimantan Barat.

Ulos dan Songket dari Sibolga-Sumatra Utara, Kain Tapis dari Lampung, Tenun Baduy dan Batik Lebak dari Banten, Batik Betawi, Batik Pringmas dari Banyumas, Bordir Tasikmalaya serta Lhokseumawe dan lainnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, RR Nanin Oktaviantie, berterima kasih atas dukungan BI kepada Banyuwangi selama ini.

"Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember telah banyak membantu dan memberikan dukungan pada Kabupaten Banyuwangi. Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember telah mensupport kami saat pagelaran Jagoan Tani dan Jagoan Bisnis. Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Pemkab Banyuwangi juga akan merancang Banyuwangi Muslim Festival," kata Nanin.

Nanin mengatakan, pelatihan ini sangat penting membuat UMKM bisa bertahan dan bangkit di masa pandemi. Menurutnya, UMKM harus memperbaharui strategi dan inovasi.

"UMKM harus memiliki kiat-kiat khusus, agar usahanya bisa berkembang. Salah satunya dengan pelatihan ini. Saya minta ini diikuti dengan sungguh-sungguh, apalagi mentornya merupakan para pakar dan praktisi yang telah berpengalaman di bidang fashion," jelas Nanin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved