Breaking News:

Berita Surabaya

Puluhan Desa di Ngawi Alami Kekeringan, BPBD Jatim Bersinergi untuk Salurkan Air Bersih

Sebanyak dua tangki air bersih atau sekitar 12.000 liter dibagikan BPBD Jatim kepada warga Dusun Pojok yang berjumlah sekitar 64 KK.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Deddy Humana
BPBD Jatim
Kalaksa BPBD Jatim, Drs Budi Santosa bersinergi dengan BPBD Ngawi menyalurkan air bersih di Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu Ngawi, Kamis (30/9/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir, membuat BPBD Jatim tergerak untuk menyalurkan bantuan air bersih. Salah satunya dengan membantu kekeringan di Ngawi, Kamis (30/9/2021).

Di wilayah perbatasan Jatim dengan Jateng tersebut, BPBD Jatim bersinergi dengan BPBD Ngawi untuk menyalurkan air bersih di Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu.

Sebanyak dua tangki air bersih atau sekitar 12.000 liter dibagikan BPBD Jatim kepada warga Dusun Pojok yang berjumlah sekitar 64 KK.

Kalaksa BPBD Jatim, Budi Santosa mengatakan, kekeringan ini memang merupakan salah satu jenis bencana yang ada di Jatim. Upaya Pemprov Jatim memberikan bantuan dropping air bersih ini sesungguhnya merupakan wujud kehadiran negara kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih sebagai kebutuhan dasar.

"Jadi ini adalah bantuan dari Ibu Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini," kata Budi.

Saat kemarau tahun ini, kata Budi, kekeringan terjadi di 23 kabupaten/kota di Jatim. Dari jumlah itu, 232 kecamatan dan 699 desa/kelurahan mengalami kering kritis. Yakni kondisi kekeringan yang jarak lokasi rumah warga dengan sumber air lebih dari 3 KM.

Dari 23 kabupaten/kota tersebut, daerah terbanyak kekeringan berada di Pacitan dengan jumlah 115 desa. Lalu disusul Sampang dengan 78 desa dan Bangkalan dengan 69 desa.

Untuk penanganan kekeringan tersebut, tujuh kabupaten telah mengajukan bantuan air bersih ke Pemprov Jatim. Yakni,Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Ngawi, Pacitan, Mojokerto dan Pasuruan.

Khusus di Ngawi, kekeringan tahun ini melanda 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Mantingan, Karanganyar, Widodaren, Kedunggalar, Pitu, Bringin, Kasreman, Padas, dan Karangjati.

Budi juga menegaskan, selain upaya dropping air bersih, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terhadap sumber-sumber mata air yang kering dan hilang.

Pada sumber-sumber air tersebut, pihaknya akan melakukan gerakan reboisasi, penanaman pohon dan penghijauan di sekitar sumber bersama sejumlah relawan dan elemen masyarakat.

Adapun jenis pohon yang akan ditanam adalah tanaman penyerap air seperti durian, trembesi, dan bambu.

"Kasus seperti ini pernah terjadi di Nganjuk. Sumber airnya sempat hilang, tetapi setelah dilakukan reboisasi dan penghijauan, akhirnya sumbernya muncul lagi," terangnya.

Di luar itu, BPBD Jatim juga akan melakukan kegiatan pipanisasi di daerah-daerah kekeringan lewat kerjasama dengan OPD terkait.

Selain dropping air bersih, untuk menjaga penerapan prokes Covid-19, Tim BPBD Jatim juga membagikan masker kepada warga setempat, tidak terkecuali kepada anak-anak warga Banjarbanggi. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved