Breaking News:

Berita Lumajang

Polisi dan BPKP Jawa Timur Hitung Kerugian Negara Soal Kasus Penyelewengan Dana Bansos di Lumajang

Polisi kini melibatkan pihak BPKP Jatim untuk pengusutan kasus masalah penyelewengan dana bansos di Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Pengusutan kasus masalah penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) di Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, terus bergulir. Polisi kini melibatkan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, ada potensi kerugian negara hingga ratusan juta dalam kasus ini. Pada dugaan sunatan dana bansos Program Keluarga Harapan (PKH), timnya menafsir uang negara hilang Rp 170 juta. Sedangkan dana bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) negara rugi Rp 360 juta.

"Setelah proses audit selesai, kami gelar perkara lalu tentukan tersangka," kata Eka, Kamis (30/9/2021).

Sejauh ini, menurutnya, ada dua orang yang kemungkinan bisa menjadi tersangka. Meski begitu, Eka, masih enggan menyebut para sosok tersebut.

"Ya pokoknya orang yang berkaitan dengan sirkulasi bansos ini," ujarnya.

Menurut Eka, dalam kasus ini sangat kentara praktik-praktik pelanggaran. Kasus ini tidak hanya kental dugaan pemotongan bantuan, tetapi juga ditengarai distribusi bansos tidak tepat sasaran.

"PKH sudah kami periksa 113 penerima manfaat. Pemotongannya bervariasi. Lalu BPNT, kami periksa 30 penerima. Ternyata ada 200 kartu KKS belum diberikan kepada penerima manfaat tapi sudah ada transaksi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved