Breaking News:

Berita Surabaya

Layanan Taman Bacaan Masyarakat di Surabaya Akan Dibuka Secara Bertahap

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya bakal membuka secara bertahap dan bersifat terbatas Layanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Uji coba pembukaan layanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terbatas dan bertahap di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya bakal membuka secara bertahap dan bersifat terbatas Layanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Rencana membuka TBM mulai minggu depan.

Sebelum beroperasi, setiap TBM akan diuji coba setelah dilakukan asesmen Satgas Covid 19 Surabaya. Yakni, meliputi segala hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan.

Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Imam Budi Prihanto mengatakan, ada 11 titik layanan TBM sedang dilakukan uji coba setelah dikeluarkan surat hasil asesmen.

"TBM yang bakal beroperasi itu juga wajib menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat mencuci tangan, hand sanitizer, wajib menggunakan masker dan membatasi maksimal 25 persen," ujarnya, Kamis (30/9/2021).

Pengunjung, kata Imam Budi, juga diberikan batasan waktu sekitar 1 atau 2 jam. Selain itu, setiap buku yang sudah dibaca akan dikarantina selama 1 sampai 2 hari. Buku yang sudah dibaca itu dimasukkan ke dalam kotak khusus yang sudah disediakan. Setelah itu, buku tersebut dijemur atau disemprot dengan disinfektan.

"Asesmen sendiri berdasarkan melihat luasan tempat, kemudian respons masyarakat, serta kriteria warna zona wilayah di sekitar. Kalau zonanya merah itu berari selama ini paling banyak dampak pasiennya," terangnya.

"Kemudian persetujuan warga dan kepala wilayah setempat. Seperti Lurah atau Ketua RW supaya ada pertanggung jawaban antara pimpinan wilayah dengan dinas," imbuhnya.

Hingga saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya mencatat, ada sebanyak 532 TBM yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

Imam Budi berharap, dengan dibukanya kembali tempat tersebut bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang sempat tertunda ditengah pandemi Covid-19.

"Selama pandemi sistem pelayanan yang diberikan dalam bentuk online maupun video. Banyak permohonan dari anak-anak dan petugas memberikan kursus bimbel selama ini lewat chat WA. Dengan dibukanya kembali bisa membantu secara langsung," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved