Selasa, 5 Mei 2026

Berita Lamongan

Tok, DPRD dan Pemkab Lamongan Sekapati KUA PPAS APBD TA 2022, Proyeksi Pendapatan Rp 2,9 Triliun

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi disaksikan pimpinan DPRD menandatangani KUA-PPAS Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lamongan 2022.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Parmin
surya.co.id/hanif manshuri
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi disaksikan pimpinan DPRD menandatangani KUA-PPAS Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2022 dalam rapat paripurna DPRD Lamongan,  Rabu (29/9/2021).  

SURYA.co.id l LAMONGAN - Setelah melalui beberapa tahap pembahasan, Pemkab dan DPRD Kabupaten Lamongan  menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara  (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 dalam rapat paripurna DPRD Lamongan, Rabu (29/9/2021).

 “Kita baru saja menyepakati bersama KUA dan PPAS tahun 2022, " kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Diungkapkan, postur pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 2.900.519.939.710, sedangkan untuk belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 3.220.519.939.710.

Perencanaan fiskal tersebut mengakibatkan defisit sebesar Rp 320.000.000.000 yang akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.

Diungkapkan, besaran belanja daerah yang terjadi sebagai salah satu  prioritas dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan memiliki cakupan pembangunan yang lebih luas.

Itu lantaran  pembangunan infrastruktur mampu menjadi motor pembangunan suatu kawasan.

 “Pemerintah Kabupaten Lamongan berusaha untuk mewujudkan pembangunan infastruktur yang terintegrasi dan memiliki cakupan pembangunan yang luas, " ungkapnya.

Dengan keterbatasan fiskal yang ada, maka Pemerintah berusaha untuk melakukan skema melalui pembiayaan pinjaman.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan kita yang lebih luas cakupannya, merata dan saling terkoneksi antar wilayah.

Lebih lanjut, Yuhronur menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menyediakan fasilitas dan layanan infrastruktur yang berkualitas, baik dalam bentuk pengaturan dengan kerangka regulasi maupun melalui rehabilitasi dan peningkatan kapasitas fasilitas infrastruktur yang rusak, serta pembangunan baru.

Melalui pembangunan tersebut, target kinerja tahun 2022 diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi sebesar 3,55 persen, gini rasio sebesar 0,292 persen, prosentase penduduk miskin turun diangka 13,39 persen, indeks pembangunan manusia naik menjadi 73,29 persen, serta indek kualitas layanan infrastruktur sebesar 77 persen.

Dengan postur demikian, tema pembangunan yang ditetapkan tahun 2022 yakni  pemantapan Sosial Ekonomi dan Peningkatan Layanan Dasar serta Penyediaan Infrastruktur Terintegrasi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved