Selasa, 5 Mei 2026

Berita Surabaya

Tim Dosen Unesa Support UMKM Bakpia di Kabupaten Magetan

Tim dosen UNESA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada salah satu industri kecil bakpia di Kabupaten Magetan.

Tayang:
Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Unesa
Pekerja UMKM Abadi Berkah Gemilang memproduksi Pia Menus yang berlokasi di Kelurahan Takeran, Kabupaten Magetan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus berkomitmen mendorong dan mewujudkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat.

Tim dosen UNESA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada salah satu industri kecil bakpia di Kabupaten Magetan.

Tim PKM UNESA yang terdiri dari Puguh Novi Prasetyono, Anam Miftakhul Huda dan Bambang Sujatmiko.

Mereka memberikan pelatihan, pendampingan hingga menyerahkan mesin khusus untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi bakpia kepada UMKM Abadi Berkah Gemilang.

Abadi Berkah Gemilang merupakan UMKM Pia Menus yang berlokasi di Kelurahan Takeran, Kabupaten Magetan.

Sementara untuk mesin yang diserahkan berfungsi mengukus bahan pembuatan bakpia tanpa melalui proses perendaman.

Sehingga proses produksi Pia Menus bisa lebih cepat, efektif, dan produktif.

Selain itu, UNESA juga membantu mitra dalam mengembangkan sistem pemasaran digital melalui rancang bangun website.

“Kita support UMKM Pia Menus lewat optimalisasi pemasaran produk via online baik web maupun medsos, sehingga produk mereka makin dikenal masyarakat luas,” ujar Puguh Novi Prasetyono kepada SURYA.co.id, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Bangkitkan Minat Berwisata, Biro Perjalanan Wisata Tulungagung Pilih Tawarkan Paket Murah

Menurutnya, selama Pandemi perekonomian masyarakat sampai di titik yang mengkhawatirkan.

Daya beli menurun drastis seiring rendahnya pendapatan, dan naiknya angka pengangguran.

Satu diantara yang terpukul imbas Pandemi adalah UMKM.

Bagi yang sudah efektif dan efisien proses produksi dan pemasarannya saja mengaku terpukul pandemi covid-19.

Terutama UMKM yang masih menggunakan pola produksi dan pemasaran yang konvensional tentu bertahanpun susah.

Karena itulah, Puguh dan timnya melakukan pendampingan kepada UMKM Pia Menus.

Mereka berupaya membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi menggunakan mesin yang mereka rancang khusus.

Produksi yang sebelumnnya makan waktu yang lama dibuat sederhana tanpa mengurangi kualitas produksi.

“Rumus bisnis itu, satu sisi kami tekan anggaran produksi sebisa mungkin tanpa menurunkan kualitas dan di sisi lain terus meningkatkan angka penjualan," terangnya.

”Strategi kami di sini yaitu dengan melakukan pandekatan teknologi digital,” imbuhnya.

Dengan rancang bangun teknologi dan pendampingan tersebut, Puguh optimistis UMKM bakpia di Magetan bisa terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong majunya perekonomian masyarakat Magetan dan sekitarnya.

Ditambah bakpia memang banyak diproduksi di berbagai daerah, dan kota yang identik dengan oleh-oleh bakpia adalah Yogyakarta.

Namun menurutnya bakpia di masing-masing daerah memiliki cita rasa yang berbeda.

Pia Menus misalnya, bakpia yang menjadi khas Magetan ini memiliki karakteristik tekstur yang cenderung kering dan lembut.

Melalui aksinya ini, ia berharap bakpia di Magetan bisa semakin dikenal masyarakat luas dan laris di pasaran online maupun offline.

“Kita harapkan juga, ketika orang ke Magetan salah satu yang dicari adalah bakpianya dan kalau sudah begitu, harapannya tentu UMKM di Magetan bisa benar-benar menjadi roda perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved