Breaking News:

Keliling Kota Jember Bayar Rp 17500

Tiga Jam Menyelami Jejak Sejarah Luar Biasa Jember, Berakhir dengan Ngopi di Kafe Heritage

Selain bus wisata, wisatawan juga bisa memilih angkutan lain untuk perjalanan mereka, seperti angkutan kota lyn kuning.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Gedung bekas NV LMOD Jember yang sekarang menjadi Kantor Perwakilan PTPN XII di Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Wisata dalam kota bisa menjadi pilihan wisata di tengah pandemi yang masih melanda. Tentunya wisata dalam kota tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Satu di antaranya adalah Jember City Tour, yakni ngetrip atau menjelajah kawasan dalam Kota Jember.

Hanya dalam waktu tiga jam, wisatawan bisa secara asyik dan anteng menikmati beberapa tempat bersejarah, yang ikonik di Jember kota. Tidak hanya sejarah, wisatawan juga diajak mengenal kekayaan keberagaman di Jember.

Rabu (29/9/2021), SURYA mengikuti perjalanan wisata dalam kota ini bersama Angkutan Wisata Jember (AWJ). Angkutan yang melayani wisata Jember City Tour kali ini adalah Bus Wisata Edukasi milik Dinas Perhubungan Pemkab Jember.

Selain bus wisata, wisatawan juga bisa memilih angkutan lain untuk perjalanan mereka, seperti angkutan kota lyn kuning.

Bus berangkat dari Kantor Dishub Jember, memulai perjalanan ke arah Gereja Paroki Santo Yusup di Jalan Kartini. Gereja Katholik yang dibangun tahun 1928 itu, merupakan salah satu jejak heritage di Jember.

Wisatawan disambut secara hangat oleh pihak gereja. Bahkan salah satu pastor di gereja itu, Romo Robertus Andi Priyambada O Charm secara gamblang menjelaskan perihal gereja paroki tersebut, seperti struktur gereja juga ornamen yang ada di dalamnya.

Setelah dari Gereja Santo Yusup, bus melaju ke arah Utara masih searah dengan gereja. Hanya berjarak sekitar 300 meter dari gereja, kami tiba di Masjid Jami' Al Baitul Amien yang lama. Masjid lama ini berada di Jalan Kartini juga.

Di kompleks masjid, wisatawan diajak melihat bangunan lawas Masjid Jami' yang dibangun sebelum tahun 1900-an.

Guide Jember City Tour kali ini, Hasti Utami dari Angkutan Wisata Jember, juga menunjukkan jam matahari. Jam yang memakai patokan sinar matahari ini berada di area parkir sepeda motor di dekat Kantor Yayasan Masjid Jami' Al Baitul Amien.

"Dulu kan tidak ada jam dinding, atau jam tangan. Sehingga dalam menentukan waktu shalat memakai jam sinar matahari ini," terang Hasti.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved