Berita Trenggalek

Polres Trenggalek Terjunkan Bhabinkamtibmas untuk Pantau Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Dasar

Pembelajaran tatap muka tingkat sekolah dasar (SD) sederajat di Kabupaten Trenggalek akan digelar mulai Senin (4/10/2021).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Tim Satgas Covid-19 di Trenggalek dan berbagai unsur meninjau salah satu SD yang akan memulai pembelajaran tatap muka pada Senin (4/10/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat sekolah dasar (SD) sederajat di Kabupaten Trenggalek akan digelar mulai Senin (4/10/2021).

Ini setelah PTM tingkat SMA dan SMP sederajat telah digelar lebih dulu secara berjenjang mulai dua pekan lalu.

Untuk mengantisipasi risiko penularan Covid-19, Polres Trenggalek akan menerjunkan bhabinkamtibmas di tiap desa untuk memantau PTM di SD yang ada di desa-desa mereka.

Hal ini dianggap penting karena jumlah SD cukup banyak, hingga berkali-kali lipat dibanding jumlah SMA maupun SMP.

Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Bambang Dwiyanto menjelaskan, pengerahan personel itu akan dimulai sebelum PTM digelar di tingkat SD.

Personel dari Polres, kata Bambang, akan membantu jajaran tiga pilar dan Satgas Covid-19 untuk memastikan PTM digelar dengan menjalankan protokol kesehatan dan pihak sekolah menjalankan pembelajaran di kelas dengan mengikuti aturan yang ada.

“Jumlah SD lebih banyak dibandingkan dengan SMP maupun SMA. Bahkan bisa dipastikan ada di tiap desa. Untuk itu, sudah kami instruksikan para Bhabinkamtibmas untuk melakukan visitasi bersama 3 pilar. Memastikan prokes (protokol kesehatan) telah dijalankan sesuai dengan SOP yang ada,” ujar Bambang, Rabu (29/9/2021).

Ia menyebut, ketersediaan sarana-prasarana penunjang prokes di sekolah tingkat dasar menjadi syarat utama sebelum PTM dimulai. Setelah sarana-prasarana itu terpenuhi, baru pemantauan soal penerapannya bisa dilakukan.

“Dimulainya PTM apalagi di tingkat sekolah dasar ini tidak bisa dianggap remeh. Terlebih masalah prokes. Pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir. Potensi terjadnya penularan masih terbuka lebar apabila tidak diimbangi dengan disiplin prokes. Baik oleh siswa maupun pengajar,” sambung dia.

Bambang menambahkan, penerjunan personel di tiap SD untuk memantau pelaksanaan PTM tersebut untuk meminimalisir risiko munculnya klaster baru di lingkungan sekolah.

“Jangan sampai niat baik untuk memulai pembelajaran di sekolah ini justru menimbulkan masalah baru yang tidak kami semua inginkan,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved