Berita Surabaya

Pasar Tradisional di Surabaya Mulai Terapkan Pembayaran Digital, Pasar Kapasan Jadi Pilot Project

Perusahaan Daerah Pasar Surya mulai menerapkan pembayaran berbasis digital di pasar tradisional di Kota Surabaya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Ilustrasi suasana jual beli di salah satu pasar tradisional di Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya mulai menerapkan pembayaran berbasis digital di pasar tradisional di Kota Surabaya. Terobosan ini diterapkan untuk memudahkan pedagang, khususnya dalam pembayaran Iuran Layanan Pasar (ILP).

Ini setelah PD Pasar Surya membangun kesepakatan dengan Bank Negara Indonesia (BNI).
"Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dilakukan Senin (27/9/2021) lalu," kata Direktur Keuangan PD Pasar Surya, Sutjahjo, Rabu (29/9/2021).

Kesepakatan ini ditandatangani Sutjahjo bersama pimpinan wilayah VI PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang Surabaya, Muhammad Gunawan Putra. Juga, disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Hendro Gunawan.

Dengan beralihnya ke sistem pembayaran menjadi digital, pedagang akan semakin dimudahkan. Sebab, pedagang tidak perlu membayar tunai serta dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja.

“(Pembayaran) bisa setiap saat, setiap waktu. Bahkan di rumah pun pedagang bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan internet banking, mobile banking, ATM atau produk pembayaran yang lain,” terangnya.

Pihaknya optimistis pembayaran digital ini akan mengoptimalkan pendapatan bagi PD Pasar Surya. ILP yang disetor pedagang, bakal langsung masuk ke rekening Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Surabaya ini.

“Kami akan real time, sehingga pemasukan langsung masuk ke rekening PD Pasar Surya,” tambahnya.

Teknisnya, masing-masing pedagang akan memiliki virtual account sebagai basis untuk nomor registrasi mereka. Virtual account ini akan teregistrasi dengan pihak bank yang lengkap dengan identitas diri pedagang, termasuk nomor telepon.

Pihak bank akan memberikan informasi ke pedagang tentang berapa jumlah ILP yang harus dibayar melalui SMS atau WA.

"Jumlah itulah yang akan dibayarkan pedagang melalui internet banking, mobile banking atau ATM,” jelas Sutjahjo.

Tahapan ini masih bersifat pilot project yang diterapkan di Pasar Kapasan. Berikutnya, pembayaran digital ini terus dimonitoring dan dievaluasi.

Kemudian, langkah ke depan akan diterapkan di pasar-pasar lain yang dikelola PD Pasar Surya. "Penerapan di sini (Pasar Kapasan) akan dijadikan prototype untuk pasar yang lain,” jelas dia.

Sutjahjo menyatakan, bahwa pemberlakuan pembayaran digital dilaksanakan secara bertahap.

"Terutama, pasar yang di dalam transaksinya sudah sering menggunakan pembayaran online, atau minimal pakai ATM,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved