Pangkostrad dan Mantan Danjen Kopassus Tanggapi Tudingan Gatot Nurmantyo Sebut TNI AD Disusupi PKI

Tudingan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, soal TNI AD disusupi PKI atau komunis menuai tanggapan Pangkostrad hingga mantan Danjen Kopassus.

Kolase Kompas TV dan Tribunnews/Herudin
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman (kiri) dan Mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar (kanan) Tanggapi Tudingan Gatot Nurmantyo yang Sebut TNI AD Disusupi PKI. 

Dalam butir pertama sapta marga, prajurit berjanji untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersendikan Pancasila.

Di marga kedua dalam Sapta Marga, kata Agum, prajurit berjanji sebagai patriot Indonesia pendukung dan pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tak mengenal lelah.

Karena itu, Agum yakin tidak mungkin TNI disusupi oleh kekuatan apapun yang hendak mengganti ideologi negara.

“Jadi kalau ada kekuatan dari manapun datangnya itu, radikal yang ingin mengganti NKRI dan Pancasila itu adalah musuh negara, tidak mungkin anggota TNI akan termakan susupan seperti ini,” paparnya.

Jawaban Tegas Panglima TNI Hadi Tjahjanto

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan jawaban tegas terkait tudingan komunis menyusup di TNI yang dilontarkan oleh Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Hadi Tjahjanto menganggap pernyataan Gatot Nurmantyo sebagai nasehat senior bagi prajurit aktif TNI untuk senantiasa waspada agar sejarah kelam tidak kembali terjadi.

Ia mengatakan sebagai institusi, TNI selalu mempedomani bahwa faktor mental dan ideologi merupakan sesuatu yang vital. 

Untuk itu, kata dia, pengawasan intensif baik terhadap radikal kiri, radikal kanan, maupun radikal lainnya secara eksternal dan internal selalu menjadi agenda utama.

Hadi juga menyatakan tidak mau berpolemik terkait hal tersebut. Hal itu karena menurutnya isu tersebut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. 

"Saya tidak mau berpolemik terkait hal yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Tidak bisa suatu pernyataan didasarkan hanya kepada keberadaan patung di suatu tempat. Dan sebenarnya masalah ini sudah diklarifikasi oleh institusi terkait," kata Hadi ketika dikonfirmasi wartawan pada Senin (27/9/2021).

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved