Pangkostrad dan Mantan Danjen Kopassus Tanggapi Tudingan Gatot Nurmantyo Sebut TNI AD Disusupi PKI

Tudingan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, soal TNI AD disusupi PKI atau komunis menuai tanggapan Pangkostrad hingga mantan Danjen Kopassus.

Kolase Kompas TV dan Tribunnews/Herudin
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman (kiri) dan Mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar (kanan) Tanggapi Tudingan Gatot Nurmantyo yang Sebut TNI AD Disusupi PKI. 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Tudingan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, yang menyebut TNI AD disusupi PKI atau komunis menuai tanggapan dari berbagai pihak.

Mulai dari Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman hingga mantan Danjen Kopassus, Agum Gumelar.

Diketahui, Gatot Nurmantyo memberikan pernyataan yang mengejutkan bahwa komunis masih ada di Indonesia, terkhusus di institusi TNI.

Menurut Gatot, hal ini dapat dilihat dari hilangnya sejumlah barang di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus).

Menanggapi pernyataan tersebut, Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, sepatutnya Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo melakukan klarifikasi sehingga tidak menuding Angkatan Darat telah disusupi PKI.

Baca juga: Biodata Letjen (Purn) AY Nasution yang Minta Diorama G30S di Museum Kostrad Dibongkar Agar Tenang

Bagi TNI AD, tudingan Gatot Nurmantyo yang menyebut tidak adanya patung tiga tokoh di Museum Darma Bhakti Kostrad sebagai indikasi Angkatan Darat disusupi PKI adalah tudingan keji.

“Seharusnya Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo selaku senior kami di TNI, terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepada kami, selaku Panglima Kostrad,” ujarnya Letjen Dudung Abdurachman, Selasa (28/9/2021), melansir dari Kompas TV.

“Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa.”

Letjen TNI Dudung lebih lanjut mengungkap, patung sejumlah tokoh nasional yang disebut Gatot Nurmantyo hilang telah diambil oleh Letjen TNI (Purn) AY Nasution, selaku penggagas.

Dalam alasannya, Letjen TNI (Purn) AY Nasution merasa berdosa karena membuat patung tokoh nasional menurut keyakinan agamanya.

“Patung tersebut, diambil oleh penggagasnya, Letjen TNI (Purn) AY Nasution yang meminta izin kepada saya selaku Panglima Kostrad saat ini,” ujar Letjen Dudung.

“Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan.”

Letjen Dudung dalam keterangannya menuturkan patung tiga tokoh di Museum Darma Bhakti Kostrad, yakni Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) memang sebelumnya ada di dalam museum tersebut.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved