Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Kasus Kematian Covid-19 Jatim Menurun Drastis Hingga 93 Persen

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kasus kematian akibat covid-19 telah menurun drastis.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Rabu (29/9/2021). Fz.surya 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kasus kematian akibat covid-19 telah menurun drastis.

Saat ini kasus kematian akibat covid-19 di Jatim sudah turun di sebesar 93 persen dibandingkan saat puncak gelombang kedua covid-19 pada Juli 2021 yang lalu.

Gubernur Khofifah menerangkan, berdasarkan rilis harian Kemenkes RI dan RS Online periode 15 Juli - 27 September 2021, beberapa unsur mengalami penurunan.

"Diantaranya, kasus harian dari 8.230 menjadi 92. Artinya terjadi penurunan sebanyak 98 persen pada rentang waktu periode tersebut. Kasus kematian harian mengalami penurunan dari 211 orang menjadi 14 atau turun sebanyak 93 persen," tegas Khofifah, Rabu (29/9/2021).

Tidak hanya itu, dari segi keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR), Jatim juga mengalami penurunan baik Isolasi, ICU pada RS, maupun BOR pada RS Lapangan.
Yang terinci, BOR Isolasi pada periode 15 Juli - 27 September 2021 menurun dari 81 persen menjadi 6 persen atau terjadi penurunan sebesar 75 persen.

BOR ICU menurun dari 78 persen menjadi 11 persen atau turunnya sebanyak 67 persen. Sementara BOR RS Lapangan juga mengalami penurunan dari 74 persen menjadi 5 persen. Atau terjadi penurunan sebesar 69 persen.

"Ini patut kita syukuri bersama dan saya sampaikan terima kasih atas kerja keras dan sinergi dari berbagai elemen masyarakat di Jatim. Pada saat yang sama mohon tetap jaga protokol kesehatan dan percepat vaksinasi," tegas Khofifah.

Di sisi lain, Khofifah juga juga menyebutkan bahwa kini jumlah kabupaten/kota di Jatim yang masuk level 1 bertambah lagi menjadi 28 daerah.

Kabupaten/kota yang kini masuk level 1 antara lain Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kab. Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Lumajang, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Banyuwangi.

Sementara untuk daerah di Jatim yang berada pada level 2 yaitu sebanyak 10 kabupaten/kota. Yaitu Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun, dan Bangkalan.

"Jumlah kabupaten/kota di Jatim kembali mengalami penambahan pada level 1. Saat ini sudah 73,68 persen atau 28 daerah di Jatim sudah masuk level 1, sementara sisanya yang lain sudah level 2, tidak ada level 3 maupun 4," tandas Khofifah.

Meski demikian, Khofifah terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved