Breaking News:

Travel

Bangkitkan Minat Berwisata, Biro Perjalanan Wisata Tulungagung Pilih Tawarkan Paket Murah

Sebelumnya Erwin, panggilan akrabnya, membuat paket wisata Rp 100.000 dengan tema Ngopi di Malioboro.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Paket wisata dari Tulungagung ke Yogyakarta. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Biro Perjalanan Wisata asal Tulungagung mulai mempromosikan paket wisata murah untuk membangkitkan minat warga berwisata.

Mereka rela tak mengambil untung, demi menarik minat berwisata yang tiarap selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Wiwin Dwi Jatmiko dari Biro Perjalanan Pratama, mengatakan saat ini minat wisata ke Yogyakarta dan Dieng mulai bangkit lagi.

Sebelumnya Erwin, panggilan akrabnya, membuat paket wisata Rp 100.000 dengan tema Ngopi di Malioboro.

Padahal harga normal ke Malioboro Rp 300.000 hingga Rp 400.000.

"Ke Dieng juga begitu, kami buka paket wisata Rp 350.000, padahal harga normal Rp 500.000 hingga Rp 600.000," terangnya.

Dengan harga itu Erwin mengaku sama sekali tidak mengambil keuntungan.

Baca juga: Diperkuat 61 Atlet UNESA, PASI Optimistis Kontingen Jatim Bisa Juara Umum PON XX Papua 2021

Untuk mendapatkan harga miring, pihaknya juga berkoordinasi dengan destinasi wisata, perusahaan otobus dan rumah makan.

Erwin mengaku bersyukur, karena para pihak ini mau bekerja sama, karena sama-sama berkomitmen membangkitkan pariwisata.

"Yang tidak bisa dikurangi hanya makannya. Karena kalau dikurangi akan membuat kecewa konsumen," ungkapnya.

Erwin menegaskan, pihaknya tidak mengurangi kualitas layanan meski dengan harga miring.

Sejauh ini minat masyarakat untuk berwisata cukup menggembirakan.

Terbukti setiap perjalanan wisata yang ditawarkan selalu dipenuhi peminat.

Meski demikian pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Seperti penerapan kapasitas 50 persen, dan aplikasi Pedulilindungi.

Sebab selama perjalanan wilayah yang dilalui ketat melakukan razia protokol kesehatan.

"Kalau di jalan ada razia dan kita tidak Prokes, maka akan diputar balik," ungkap Erwin.

Bahkan sejumlah destinasi wisata juga menawarkan vaksinasi bagi wisatawan yang belum divaksin.

Hal ini mempermudah wisatawan agar tetap merasa aman selama berwisata.

Erwin berharap situasi pandemi lekas berlaku, sehingga wisata kembali pulih dan menggerakkan ekonomi.

"Para pelaku usaha wisata, mulai dari rumah makan, destinasi wisata dan perusahaan otobus saling mengisi. Kami sama-sama berupaya supaya tidak merugi," tuturnya.

Secara umum, Erwin mengaku melihat bangkitnya minat warga Jawa Timur berwisata.

Sebab setiap Jumat malam ada puluhan bus yang berangkat menuju Yogyakarta.

Puncaknya nanti akan ada konsorsium perjalanan wisata menuju Bali, 23 Desember 2021.

"Sudah ada koordinasi dengan pemerintah di sana, dengan pihak hotel juga," pungkasnya.

BACA BERITA TRAVELING LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved