Berita Surabaya

Pemkot Siapkan Aplikasi Hubungkan Pencari Kerja dan Perusahaan, Sasar MBR Gaji Kurang dari Rp 4 Juta

Pemkot Surabaya menyiapkan aplikasi untuk menghubungkan para  para pencari kerja dengan perusahaan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
surya.co.id/bobby constantine koloway
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya M Fikser. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya menyiapkan aplikasi untuk menghubungkan para  para pencari kerja dengan perusahaan.

Melalui aplikasi ini, warga kota pahlawan akan terhubung dengan sejumlah perusahaan di Surabaya. 

Terobosan yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya ini menjawab target Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Cak Eri sebelumnya menginginkan gaji warga sesuai standar. 

Yakni, tiap orang mendapatkan gaji setara UMK Surabaya (Rp4 juta).

Juga, total penghasilan di tiap keluarga minimal Rp7 juta. 

Apalagi, jumlah warga di Surabaya saat ini masih tinggi mencapai 294.070 KK. 

"Oleh karena itu, ada target yang menjadi prioritas di aplikasi ini," kata Kepala Diskominfo Surabaya M Fikser, Selasa (28/9/2021). 

Target utama adalah mereka yang belum memiliki pekerjaan, juga berasal dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Artinya, pendapatan dalam satu keluarga ini di bawah Rp4 juta," kata Fikser. 

Kedua, juga bisa diperuntukkan kepada yang telah bekerja. Namun, dalam satu keluarga total penghasilan masih di bawah Rp7 juta. 

Target prioritas lainnya, diperuntukkan kepada warga yang dinilai sesuai dengan spesifikasi profesi kebutuhan perusahaan.

"Perusahaan juga akan terhubung dengan aplikasi ini," katanya. 

Sehingga, warga yang mendaftar melalui aplikasi ini akan langsung terverifikasi melalui dua cara.

Pertama, melalui data pembaharuan di e-pemuktahiran. 

Kedua, juga bisa dari para pelamar yang masuk di Pemkot Surabaya.

"Mereka yang mengakses aplikasi ini merupakan warga Surabaya. Sebab, harus memasukkan data berdasarkan KTP," katanya. 

Di sisi lain, perusahaan juga bisa mengakses aplikasi yang rencananya juga akan terintegrasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya. 

"Mereka bisa mencari tenaga kerja sesuai profesi yang dibutuhkan," katanya. 

Fikser mengungkapkan bahwa aplikasi ini juga terintegrasi dengan perizinan.

Ia mengingatkan, bahwa 40 persen dari total tenaga kerja di perusahaan harus ber-KTP Surabaya. 

"Kalau kurang dari itu, bisa mencari (pekerja) di aplikasi ini. Sebab harus terpenuhi."

"Jangan sampai kalau untuk pekerjaan yang profesi informal, misalnya, sampai harus mengambil dari luar Surabaya," katanya. 

Perusahaan bisa mencari pekerja sesuai dengan lulusan atau bidang keahlian yang dibutuhkan.

"Aplikasi ini akan menyertakan sertifikat bidang keahlian," katanya. 

Rencananya, aplikasi tersebut dirilis dalam waktu dekat. "Kami sedang siapkan namanya (aplikasi)," katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), M. Fikser. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved