Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman Beberkan Pembongkaran 3 Patung Penumpas G30S/PKI

Tudingan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait komunisme menyusup ke tubuh TNI dibantah Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman.

Editor: Iksan Fauzi
TRIBUN/DANY PERMANA
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Tudingan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait komunisme menyusup ke tubuh TNI setelah hilangnya diorama penumpasan G30S/PKI dibantah Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman.

Adapun 3 patung penumpas G30S/PKI tersebut sebelumnya berada di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Jakarta.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo menuding komunisme menyusup ke tubuh TNI merujuk merujuk pada video pendek yang memperlihatkan hilangnya diorama penumpasan G30S/PKI tersebut.

Menanggapi tudingan itu, mantan Pandam Jaya itu membeberkan duduk perkara pembongkaran 3 patung penumpas G30S/PKI.

Letjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, pembongkaran 3 patung di Museum Dharma Bhakti, sesuai permintaan sang penggagasnya, yakni Pangkostrad ke-34 Letjen TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution.

"Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan," ujar Dudung, dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Adapun ketiga patung yang dibongkar tersebut adalah mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal (Purn) TNI AH Nasution, mantan Panglima Kostrad Mayjen (Purn) TNI Soeharto, dan mantan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Inf (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Ketiganya tokoh Angkatan Bersenjata itu sebagai penumpas G30S/PKI 1965.

Dudung membantah anggapan yang menyebut penarikan tiga patung tersebut berarti Kostrad melupakan sejarah pemberontakan G30S/PKI. "Itu sama sekali tidak benar," kata dia.

Dudung juga menyatakan bahwa dirinya mempunyai komitmen untuk tidak melupakan peristiwa terbunuhnya para pendahulunya.

Karena itu, sudah tidak adanya patung diorama di Museum Dharma Bhakti bukan berarti mengindikasikan TNI AD telah disusupi PKI. "Itu tudingan yang keji terhadap kami," ucap Dudung.

Tanggapan Panglima TNI

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjawab tudingan komunisme menyusup di TNI yang dilontarkan oleh Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo menyatakan bukti komunis masih ada di Indonesia, terkhusus di institusi TNI dapat dilihat dari hilangnya sejumlah barang di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus).

"Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30SPKI, di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO," ungkap Gatot pada acara webinar yang berjudul 'TNI Vs PKI' pada Minggu (26/9/2021) kemarin.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved