Breaking News:

Berita Mojokerto

Bina Marga Tegur Kontraktor Proyek Drainase Jl Pegayon Kota Mojokerto terkait Gundukan Tanah

Masyarakat mengeluhkan material tanah proyek drainase Jalan Raya Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (28/9/2021).

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Sejumlah pengendara motor melintasi gundukan material tanah bekas galian proyek drainase di Jalan Pegayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (28/9/2021). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Masyarakat mengeluhkan material tanah proyek drainase Jalan Raya Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (28/9/2021).

Gundukan material tanah bekas galian drainase seakan dibiarkan begitu saja hingga hampir menutup separuh jalan raya Pekayon.

Hal ini dapat membahayakan pengguna kendaraan lantaran jalan tertutupi material tanah.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto pun langsung turun tangan menanggapi keluhan warga  tersebut.

Kabid Bina Marga DPUPRPRKP Kota Mojokerto, Endah Supriyani mengatakan  warga dan pengguna jalan itu membutuhkan penjelasan terkait adanya material tanah dari pengerjaan peningkatan kapasitas jalan termasuk drainase di Jl Pekayon jalur alternatif favorit yang menghubungkan Kota Mojokerto dengan Kabupaten Mojokerto.

"Saya koordinasi dengan PPTK dan direksi lapangan dan pihak kontraktor sudah saya beri teguran untuk metode pelaksanaannya diperbaiki," jelasnya kepada Surya.co.id, Selasa (28/9/2021).

Endah menjelaskan pihaknya telah meminta pihak kontraktor agar memperbaiki metode pengerjaan sehingga material tanah bekas galian drainase itu segera diangkut dengan Dump Truck dibawa keluar dari lokasi proyek.

"Wajar jika ada kotor bekas pengerjaan tapi  tidak sampai menutup jalan seperti itu," ungkapnya.

Menurut dia, dampak material tanah yang menutupi jalan akibat motode pengerjaan dari kontraktor tersebut akan dirasakan masyarakat.

Kemudian, dampak pengerjaan fisik seperti pemotongan pohon dijalur drainase juga harus mengunakan metode yang baik.

Apalagi, pemotongan pohon yang terkena kabel-kabel sehingga berpotensi mengganggu akses warga.

"Secara otomatis dampaknya mengganggu masyarakat karena kita harapkan seminimal mungkin dampak pembangunan fisik itu pasti ada, cuma diminimalkan faktor-faktor risiko apalagi terkait keselamatan," ucap Endah.

Seperti yang diketahui, pembangunan drainase jalan bagian dari peningkatan kapasitas jalan di Kota Mojokerto kini dalam proses pengerjaan.

Pembangunan peningkatan jalan meliputi  Jl Pekayon, Jl.Ketidur Surodinawan, Jl Raya Blooto dan Jl Kemasan.

Sesuai surat perintah mulai kerja per tanggal 6 September hingga 19 Desember 2021 dan anggaran dari SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun 2021 sekitar Rp.15.077.650.788,15.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved