Breaking News:

Berita Gresik

Berdalih untuk Merawat Alat Pertanian, Gapoktan di Gresik Minta Rp 40.000 saat Salurkan Pupuk Gratis

Lebih lanjut Sungatno menambahkan, tarikan administrasi itu sudah dirapatkan bersama anggota gapoktan dan warga.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Pupuk gratis yang dipermasalahkan petani di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan Gresik karena ada dugaan pungli dalam pengambilannya. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Penyaluran pupuk bersubsidi gratis kepada para petani di Gresik ternyata tidak benar-benar gratis. Dinas Pertanian (Dispentan) Kabupaten Gresik sampai mengerahkan tim penyuluh karena ada kabar bahwa penyaluran pupuk di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan dikenai tarikan dengan dalih untuk biaya perawatan alat-alat pertanian.

Dispentan menurunkan tim untuk mencegah tarikan ke petani dengan dalih untuk administrasi. Padahal pupuk bantuan tersebut betul-betul gratis.

Kepala Dispentan Gresik, Eko Anindito mengatakan, tim penyuluh sudah ditugaskan untuk mengusut dan mengkroscek di lapangan terkait dugaan perjualan pupuk bantuan. Sebab, pupuk bantuan tersebut betul-betul gratis.

“Hasil laporan dari penyuluh, membenarkan ada penarikan Rp 40.000 dari pihak Gapoktan Desa Tambakrejo. Alasannya, penarikan itu sudah dirapatkan bersama Gapoktan dengan para petani dan warga. Bahwa hasil penarikan Rp 40.000 tersebut untuk biaya perawatan peralatan pertanian,” kata Eko, Senin (27/9/2021).

Meski begitu Eko menegaskan, penarikan dalam bentuk apapun ke petani tidak boleh dilakukan. Sebab pupuk bersubsidi tersebut bantuan dari pemerintah dan tidak boleh diperjualbelikan, serta tidak ada biaya administrasi yang harus dibayarkan para petani selaku menerima.

“Pupuknya gratis dan penarikan (uang) itu tidak dibenarkan. Jika memang biaya administrasi harusnya dibedakan, jangan dikaitkan dengan proses penyaluran bantuan pupuk yang benar-benar gratis,” imbuhnya.

Lebih lanjut Eko menegaskan bahwa akan mengerahkan penyuluh untuk memantau langsung pembagian pupuk gratis tersebut. “Saya tugaskan penyuluh untuk memantau langsung pembagian sisa pupuk gratis yang belum dibagikan, dan kami jamin tidak ada penarikan sepeserpun,” katanya.

Sementara Ketua Gapoktan Desa Tambakrejo, Sungatno mengatakan, menyatakan bahwa tidak tarikan itu. Juga tidak ada penjualan pupuk bantuan dari pemerintah lewat Gapoktan ke petani.

“Tidak ada itu penjualan pupuk bantuan. Uang Rp 40.000 itu (ditarik dari petani) untuk administrasi dan uangnya digunakan kebutuhan kelompok. Sehingga, jika ada kegiatan, maka kelompok tani tidak perlu meminta iuran kepada anggota,” kata Sungatno.

Lebih lanjut Sungatno menambahkan, tarikan administrasi itu sudah dirapatkan bersama anggota gapoktan dan warga.

“Mungkin ada anggota yang tidak hadir saat rapat. Jadi tidak tahu bahwa ada administrasi Rp 40.000 untuk perawatan alat-alat pertanian di gudang. Sebab, kami tidak mungkin mengundang seluruh anggota kelompok tani,” imbuhnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved