Breaking News:

Berita Mojokerto

Sekolah Ongko Loro di Kota Mojokerto Diusulkan Jadi Rekam Jejak Perjuangan Bung Karno

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto akan mengusulkan Sekolah Ongko Loro tempat Soekarno kecil menimba ilmu di Kota Mojokerto menjadi rekam jejak Bung Karno.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto didampingi Walikota Mojokerto saat meninjau Sekolah Ongko Loro tempat Soekarno kecil menimba ilmu di SDN 2 Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Minggu (26/9/2021). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto akan mengusulkan Sekolah Ongko Loro tempat Soekarno kecil menimba ilmu di Kota Mojokerto sebagai bagian rekam jejak Bung Karno dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Bung Karno semasa kecil pernah bersekolah di Kota Mojokerto antara tahun 1907-1912 yakni di sekolah rakyat Ongko Loro dan Europesche Lagere School (ELS) Pada tahun 1911 yang kini berubah menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto.

Hasto mengatakan Sekolah Ongko Loro (Angka Dua) yang kini menjadi SDN 2 Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto merupakan tempat bersejarah di mana kesadaran kebangsaan Bung Karno telah dibangun sejak sekolah di SD Ongko Loro ini.

"Kami mengapresiasi upaya Ibu Walikota Mojokerto (Ika Puspitasari) yang menjadikan SD Ongko Loro tempat sekolah Soekarno kecil ini bagian dari keseluruhan rekam jejak perjuangan Bung Karno," ungkapnya usai melihat bekas sekolah Ongko Loro di SDN 2 Purwotengah, Kota Mojokerto, Minggu (26/9/2021).

Dia memberikan dukungan sepenuhnya bahkan pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang berkaitan sejarah bangsa Indonesia khususnya terkait Bung Karno.

"Kami akan berkoordinasi dengan Mendikbudristek, Nadiem Makarim untuk membahas bagaimana program-program yang sangat penting bagi sejarah bangsa khususnya Bunga Karno dapat ditempatkan pada tempat yang sewajarnya," ucap Hasto.

Dalam kunjungannya, politisi PDI-P juga melihat pemaparan dari Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari tentang grand design galeri Soekarno Center di SDN 2 Purwotengah.

Menurut dia, dalam bentuk visualosasi desain galeri Soekarno Center itu sangat bagus yang memuat rekam jejak perjuangan Bung Karno yang dikombinasikan dengan simbol-simbol kerajaan Majapahit.

Apalagi, grand design galeri Soekarno Center ini juga ditampilkan berbagai aspek kebudayaan, patung Bung Karno yang ditampilkan dalam tradisi sekolah (SD Ongko Loro) yang juga mengingatkan bagaimana bentuk pendidikan saat itu.

Kemudian berbagai tempat untuk kontemplasi dalam perjalanan Bung Karno dengan tetap memperhatikan keaslian dari seluruh tempat bersejarah ini dan merupakan desain yang sangat baik.

"Kami memberikan dukungan hanya untuk sentuhan seni, arsitektur karena Bung Karno ini juga pecinta seni sehingga perlu diperkuat dan dengan adanya gamelan yang ada disini menunjukkan Soekarno yang menyampaikan gagasan Indonesia begitu kaya tradisi kebudayaan," jelasnya.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari Dalam memaparkan sekolah Ongko Loro masih terdapat peninggalanan papan tulis yang otentik dan bangku sejak tahun 1907. Sedangkan, grand design galeri Soekarno Center di SDN 2 Purwotengah nantinya tidak akan mengubah bangunan asli.

"Grand design galeri Soekarno Center tanpa mengganti bangunan yang otentik dan tak akan difungsikan untuk menjaga kelestariannya karena sudah masuk cagar budaya dan pembelajaran dilakukan di gedung baru," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved