Breaking News:

Berita Lumajang

Harap Pemerintah Segera Salurkan BLT Hasil Cukai, APTI Lumajang Usulkan 1697 Buruh Tani Tembakau

Ketua APTI Lumajang, Dwi Wahyono, berharap pemerintah segera menyalurkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada para petani tembakau.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Ilustrasi - Petani tembakau di Lumajang memperlihatkan tembakau miliknya di kediamannya, di Desa Kali Wunguh, Kecamatan Tempeh. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang, Dwi Wahyono, berharap pemerintah segera menyalurkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada para petani tembakau.

Pasalnya, petani saat ini mengalami masa-masa sulit.

Pada 2022, pemerintah pusat berencana menaikkan tarif cukai rokok. 

Wacana itu bagi petani adalah ancaman.

Sebab, kenaikan cukai rokok dianggap bisa mengurangi serapan tembakau.

"Tembakau itu bukan seperti bahan pokok  beras. Beras naik, gabah ikut naik. Tapi kalau tembakau tidak. Cukainya naik, bahan bakunya malah turun. Otomatis pabrik menekan efisiensi. Memungkinkan sekali pabrik ambil tembakau dari impor karena harganya jauh lebih murah. Mangkannya kesejahteraan petani harus dipikirkan dulu," kata Dwi, Minggu (26/9/2021).

Dwi menyebut, subsidi tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 206 Tahun 2020.

Sebanyak 35 persen DBHCHT diperuntukan untuk kegiatan sosial, seperti memberikan subsidi agar petani dapat meningkatkan produksi kualitas tembakau.

"Ada 1.697 buruh tani tembakau yang kami usulkan. Setiap bulan mereka bisa dapat Rp300 selama 8 bulan," ujarnya.

Dwi berharap subsidi tersebut bisa segera dicairkan.

Sebab selain menghadapi wacana  kenaikan cukai, nasib petani tembakau tahun ini merana.

Serapan tembakau petani tidak semaksimal sebelum negara dilanda pandemi Covid-19.

Dengan adanya subsidi tersebut, petani dan buruh tani tembakau tetap tetap bergairah menanam tembakau.

"Sebetulnya dana BLT ini sudah diwacanakan dari bulan Mei lalu. Tapi karena juknisnya baru keluar sehingga dirapel pada September ini. Ya semoga tidak mundur lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved