Breaking News:

Berita Surabaya

BPOM Surabaya Canangkan Birokrasi Bersih Melayani 

Balai Besar POM di Surabaya bertekad meningkatkan profesionalitas kinerja lembaga dan layanan terbaik untuk masyarakat.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
Kepala Balai Besar POM di Surabaya Rustyawati (paling kiri) bersama Inspektur Utama Badan POM RI  Mayagustina Andarini, Inspektur Jatim Helmi Perdana Putera, dan Kepala Perwakilan Ombudsman Jatim Agus Muttaqin saat pencanangan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Balai Besar POM di Surabaya, Jumat (24/9/2021). 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Balai Besar POM di Surabaya bertekad meningkatkan profesionalitas kinerja lembaga dan layanan terbaik untuk masyarakat. Balai ini mencanangkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Balai Besar POM di Surabaya, Jumat (24/9/2021).

Pencanangan WBBM di BBPOM Surabaya itu dilaksanana di Hotel Shangri-La Surabaya. Lembaga Pemerintah ini tidak hanya bebas korupsi, tapi juga memberi layanana paripurna kepada masyarakat. 

Pencanangan WBBM dilakukan dengan menekan tombol oleh Kepala Balai Besar POM di Surabaya Rustyawati, bersama Inspektur Utama Badan POM RI  Mayagustina Andarini, Inspektur Jatim Helmi Perdana Putera, dan Kepala Perwakilan Ombudsman Jatim Agus Muttaqin.

Hadir juga sejumlah perwakilan pejabat daerah seperti Plt Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Gresik, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Malang, Dinas Kesehatan Jatim, dan jajaran lainnya.

Inspektur Utama Badan POM RI  Mayagustina Andarini mengapresiasi tekad BBPOM Surabaya untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani.

"Yang dilakukan BBPOM Surabaya sudah tepat untuk melayani masyarakat sesuai tugasnya," kata Agustina.

Birokrasi yang WBBM levelnya lebih tinggi dari pada Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Mayagustij menyebutkan bahwa BBPOM Surabaya sudah mendapatkan WBK pada 2017.

Sekarang sedang diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) untuk mendapatkan WBBM. 

Komitmen BBPOM Surabaya ditunjukkan dengan inovasi layanan. Total ada 29 inovasi yang di kembangkan dengan basis digital. Ini untuk memudakan, menyederhanakan, memberikan kepastian, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

"Profesiojalitas dan integritas harus ditingkatkan. Kami akan memberi respons cepat. Inovasi ini hampir seluruhnya berbasis digital dan menggunakan gawai sebagai  sarananya," terang Kepala Balai BPOM di Surabaya Rustyawati. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved