Breaking News:

KKB Papua

UPDATE Situasi Kiwirok Papua, Sempat Dikuasi KKB, Warga Akan Dievakuasi, Ini Skenarionya

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menjadikan Distrik Kiwirok sebagai target serangan besar-besaran pekan lalu.

Editor: Suyanto
kompas.com/ist
Asap mengepul dari sejumlah bangunan dan fasilitas umum yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). Ada enam gedung dibakar, diantaranya Puskesmas Kiwirok, Sekolah SD, dan Pasar 

SURYA.co.id I JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menjadikan Distrik Kiwirok sebagai target serangan besar-besaran pekan lalu.

Sejumlah gedung dan fasilitas umum dibakar. Aksi itu menimbulkan ketakutan besar bagi warga.

Situasi Kiwirok hingga Kamis (23/9/2021) malam belum kondusif. Warga Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, ketakutan dan ingin mengungsi

Melihat hal itu, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan siap membantu warga Kiwirok yang ingin mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Tentu kalau ingin dievakuasi kita akan evakuasi," kata Fakhiri di Jayapura, Kamis (23/9/2021).

Trauma Jadi Korban Kebrutalan KKB Papua, 4 Nakes di Kiwirok yang Selamat Mengadu ke Komnas HAM

Menurut Fakhiri, saat ini Satgas Nemangkawi sudah berhasil masuk ke Kiwirok dan berusaha mengendalikan situasi.

Meski begitu, Fakhiri belum bisa memastikan keberadaan KKB di Kiwirok. Fakhiri menyampaikan skenario pengendalian situasi Kiwirok akan dimulai dengan mengamankan bandara.

Pengamanan bandara ini menjadi vital karena akan menjadi titik evakuasi warga sekaligus menjali alu lintas masuknya pasukan.

Setelah itu pasukan Satgas Nemangkawi akan bergerak melakukan pembersihan terhadap KKB.

Baca juga: Situasi Kiwirok Setelah Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB Papua: 1 Kompi Brimob dari Mabes akan Datang

"Setelah kita amankan bandara nanti pasukan masuk, kita akan lakukan pembersihan di sana," kata Fakhiri.

Sebelumnya pada Rabu (23/9/2021), Korem 172/PWY mengevakuasi tiga warga Kiwirok dengan helikopter ke Jayapura.

Ketiga warga itu adalah, Magdalena Esawaek (39) guru SMP, Rospiani Purba (55) guru SMP, dan Yosepa Taplo (50) ibu rumah tangga.

"Selama proses evakuasi, personel kami mendapatkan gangguan tembakan dari pihak KKB Ngalum Kupel, namun hal tersebut bisa diatasi sehingga evakuasi dapat berjalan dengan aman," kata Danrem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved