Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Ujang Lapor Pak RT Sepatu di Rumah Yosef Banyak Darah, Dede Lihat Kaki Korban Pembunuhan di Subang

Saksi Ujang tergopoh-gopoh menghampiri Pak RT Dede yang sedang berada di kebun pada saat penemuan jasad Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Editor: Iksan Fauzi
Cover Youtube
Pak RT Dede dan saksi Ujang menceritakan suasana di TKP pembunuhan di Subang di rumah Yosef yang ditempati Amalia Mustika Ratu dan Tuti Suhartini. 

SURYA.co.id - Saksi Ujang alias Suparman tergopoh-gopoh menghampiri Pak RT Dede yang sedang berada di kebun pada saat penemuan jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23). 

Dede mengaku mendapat laporan dari saksi Ujang. Pada saat menghampiri Pak RT Dede, Ujang menyampaikan sepatu di rumah Yosef banyak darah. 

Kabar tersebut membuat Pak RT Dede penasaran. Ia mengajak warga lainnya menuju ke rumah Yosef yang berada di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

"Satu jam saya bekerja di kebun, tiba-tiba saya mendengar orang berteriak di jalan. Ternyata yang berteriak memanggil saya itu Pak Ujang. Dia berkata ke Saya 'Pak RT, sepatu di rumah Pak Yosef banyak darah'" cerita Dede dalam kanal Youtube Heri Susanto, Jumat (24/9/2021).

Dede merupakan Ketua RT Desa Jalan Cagak. Dia orang ketiga yang datang ke TKP pembunuhan di Subang. Orang pertama adalah Yosef, sosok kedua adalah Ujang selaku petugas kebersihan.

Mendengar laporan dari saksi Ujang, Dede langsung menuju ke TKP. "Setelah itu Pak Ujang sama warga berangkat lewat jalan, kalau saya lewat belakang, lewat kebun (ke TKP). Setelah itu saya lari, sampai di rumah Pak Yosef dari samping," pungkas Dede.

Baca juga: Saksi Ujang Lihat Yosef Siramkan Air ke Ceceran Darah di Lantai TKP Pembunuhan di Subang Pagi Hari

Tiba di TKP, perhatian Dede tertuju pada darah di depan pintu rumah. Ia juga terkejut saat melihat ada bekas gusuran atau tarikan di sekitar garasi.

"Pertama yang saya lihat itu di depan pintu, samping sebelah timur, ada darah cukup banyak di lantai keramik. Ada darah seperti gusuran atau tarikan benda apa itu mengarah ke garasi, dan ada bercak darah," imbuh Dede.

Penasaran, Dede bersama dua warga lainnya spontan memeriksa mobil Alphard yang terparkir di samping rumah. "Saya lalu lari ke depan, masuk ke halaman, ada dua warga saya Pak Gogon dan Pak Dadar. Saya tengok di bawah mobil, jarak 2 meter. Kelihatan di belakang mobil Alphard itu ada genangan air dan darah," ujar Dede.

Saat itu, Dede kembali dikejutkan dengan temuan warganya, Pak Dadar. Sebab Dadar melihat ada kaki di dalam mobil Alphard. Belakangan diketahui, kaki tersebut adalah jasad Tuti dan Amalia yang sudah terbujur kaku di dalam bagasi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved