Breaking News:

Bumbu Umami Bisa Jadi Solusi Diet Rendah Garam

Ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam, yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
Ajinomoto/dok
Kegiatan webinar yang digelar PT Ajinomoto Indonesia. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam, yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan menggunakan Bumbu Umami seperti MSG sebagai solusi.

Hal itu diungkapkan Dr Ir Annis Catur Adi, M Si, Ahli Gizi & Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Airlangga, saat menjadi narasumber dalam webinar bertema Peran Umami Sebagai Cara Mengatur Asupan Gizi dalam Meningkatkan Kesehatan yang digelar PT Ajinomoto Indonesia bersama PT Rumah Inovasi Natura. "Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam," kata Annis Catur, Rabu (22/9/2021).

Hal itu bisa dijelaskan sebab kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa. Karena memang, tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi. Sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium.

"Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," ungkap Annis, dalam webinar yang diikuti 491 peserta, yang sebagian besar berprofesi sebagai ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i Prodi Gizi & Kesehatan Masyarakat.

Tak dapat dipungkiri, natrium atau sodium (garam) memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif. Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) natrium dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan. Jika kelebihan, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain.

Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain.

"Karena itu kami ingin memberikan edukasi bagi ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i Prodi Gizi & Kesehatan Masyarakat, karena kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat, terutama saat di situasi pandemi COVID-19," jelas Katarina Larasati, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia.

Selain itu, pihaknya berharap para ahli gizi, serta mahasiswa/i sebagai calon ahli gizi masa depan Indonesia, dapat menyebarkan fakta informatif dan ilmiah tentang apa yang mereka sampaikan kepada masyarakat luas.

Kegiatan webinar ini, juga sebagai upaya PT Ajinomoto Indonesia mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi Covid -19. Webinar ini merupakan serangkaian event yang dilaksanakan tiga kali dimulai pada bulan September 2021.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved