Breaking News:

Tidak Mau Akun BCA ID Kebobolan, Jangan Gunakan Username dan Password Seperti Ini

Saat ini, kejahatan cyber dari para fraudster untuk membobol akun BCA ID milik nasabah sedang terjadi.

Editor: Rudy Hartono
net
ILUSTRASI 

SURYA.co.id - Saat ini, kejahatan cyber dari para fraudster untuk membobol akun BCA ID milik nasabah sedang terjadi. Para pelaku punya beragam modus untuk memuluskannya.

Sebagai informasi, BCA ID adalah single user atau berbentuk username yang dapat dipakai pengguna untuk mengakses beragam layanan digital Bank BCA. Salah satunya adalah akses untuk myBCA. Dengan BCA ID, pengguna dapat login pada myBCA dan terhubung ke seluruh rekening Bank BCA yang dimilikinya.

Adapun salah satu modus kejahatan yang berkaitan dengan BCA ID adalah melakukan hack secara random terhadap BCA ID yang mudah ditebak dan memiliki kombinasi password lemah. Berikut tips menjaga keamanan BCA ID yang bisa kamu lakukan.

Pertama, buat akun BCA ID dengan username yang tidak mudah ditebak oleh orang. Nasabah disarankan untuk tidak membuat akun BCA ID yang sama persis dengan nama asli. Kamu bisa meningkatkan kompleksitas username BCA ID dengan kombinasi angka dan huruf yang sulit ditebak. Sebisa mungkin, hindari membuat ID dengan menggunakan nama sendiri. Misalnya, “Nama01” atau “Robert02”. Agar lebih aman, cari nama atau kata lain yang mudah diingat. Dibanding memakai nama sendiri, lebih baik cari hal lain yang berkaitan dengan kamu. Misalnya, “LahirDiSemarang3” atau “SetiapMingguSepedaan”.

Kedua, sama halnya dengan username, nasabah juga bisa membuat password BCA ID dengan kombinasi angka, huruf kecil, huruf kapital, dan karakter spesial. Sementara, untuk PIN, kamu bisa memilih angka yang mudah diingat oleh diri sendiri, tetapi sulit ditebak oleh orang lain.

Ketiga, hindari penggunaan kombinasi password dan PIN yang mudah ditebak. Misalnya, nama+tanggal lahir, urutan angka, atau pengulangan nomor. Contoh password yang tidak aman adalah "Robert080188" yang merupakan kombinasi nama dan tanggal lahir. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan password yang lebih aman, tetapi mudah diingat karena diambil dari hobi kamu. Misalnya, “1-Sukamakan2!” atau “Jalan2keBali&Lombok” Sementara itu, contoh PIN yang tidak aman, misalnya angka urut “123456”, pengulangan angka “111222” , dan tangal lahir “290394”.

Keempat, jangan percaya oknum yang menghubungi dan mengaku dari pihak Bank BCA. Biasanya, mereka memiliki berbagai modus penipuan. Di antaranya adalah menawarkan bantuan untuk memandu pembuatan BCA ID, menghubungkan BCA ID ke rekening BCA, serta memberikan link pembebasan admin fee.

Kelima, nasabah harus selalu menyimpan data pribadi secara rahasia. Simpan berbagai data dan informasi rahasia, seperti nomor kartu debit BCA, nomor card verification code (CVC) atau card verification value (CVV), one-time password (OTP), PIN, serta password untuk dirimu sendiri.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai hal tersebut, kamu bisa klik di sini. Kamu bisa langsung menghubungi kontak atau akun resmi Bank BCA di Halo BCA 1500888 bila memerlukan bantuan atau informasi seputar myBCA dan BCA ID. Jadilah generasi antimodus yang selalu menjaga kerahasiaan data pribadi. Ikuti update perkembangan berbagai modus penipuan lainnya di laman www.bca.co.id/awasmodus.

Nasabah hendaknya mengenali  ciri-cirinya pelaku meng-hack akun BCA ID. Biasanya pelaku cyber crime setelah berhasil meng-hack, untuk dapat akses finansial, penipu akan menghubungi korban melalui bermacam sarana, misalnya, lewat telepon ataupun mengirim pesan dengan mengatasnamakan Bank BCA.

Bila korban merespons, penipu akan mengarang cerita (social engineering) agar korban mau memberikan data-data pribadi yang diperlukan untuk akses finansial. Tak hanya itu, pelaku juga bisa meminta calon korban untuk mengklik link yang telah disediakan untuk menuju situs Bank BCA palsu. Selanjutnya, calon korban akan diminta untuk mengisi data pribadi di situs tersebut. Dengan demikian, penipu jadi mengetahui informasi pribadi korban sehingga dapat mengakses transaksi finansial milik korban.

Selain itu, terdapat pula modus penipuan lainnya. Penipu berpura-pura menawarkan korban bantuan untuk membuat BCA ID, serta menghubungkannya ke semua rekening BCA. Padahal, tindakan tersebut merupakan upaya pelaku untuk mendapatkan data pribadi nasabah. Tujuannya, untuk mengakses transaksi finansial nasabah.

Oleh karena itu, BCA ID wajib dijaga kerahasiaannya. Untuk pembuatannya pun, kamu wajib melakukannya sendiri. Sebabnya, BCA ID merupakan data pribadi yang bersifat rahasia sehingga hanya kamu yang boleh tahu.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved