Breaking News:

Berita Surabaya

Sidang 3 Polisi Surabaya Terlibat Narkoba, Saksi dari Mabes Polri Sebut Korban sempat Dimintai Uang

Saksi dari Pauropsnal Paminal Mabes Polri AKP Firso Tripsilo menyebut bahwa korban sempat dimintai uang dengan jumlah fantastis.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Parmin
surya.co.id/firman rachmanudin
Sidang Lanjutan kasus Tiga Oknum Polisi Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terkait kasus penyalahgunaan narkoba. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Saksi dari Mabes Polri AKP Firso Tripsilo, Pauropsnal Paminal, menyebut bahwa korban  sempat dimintai uang dengan jumlah fantastis agar kasusnya tidak dilanjutkan.

Permintaan itu, lanjut Firso, merupakan hasil interogasinya terhadap korban di salah satu perumahan.

Saksi dari Mabes Polri tersebut didatangkan JPU Kejati Jatim, Rakhmad Hari Basuki, dalam persidangan tiga oknum polisi Surabaya yang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

Firso mengungkapkan bahwa saat itu dirinya datang bersama tiga rekanny dan sudah tiga hari berada di Surabaya.

Mulanya, ia mendapatkan surat perintah yang ditandatangani langsung oleh Kadiv Propam BJP Ferdy Sambo agar menyelidiki dugaan ketidakprofesionalan dan penyalahgunaan wewenang anggota Polri di Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

"Awalnya bukan tentang narkobanya. Tetapi ketidakprofesionalan anggota Polri di Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur," kata Firso, Kamis (23/9/2021).

Menanggapi kesaksian Firso, kuasa hukum terdakwa, Budi Sampurno, mengejar apakah yang dimaksud ketidakprofesionalan anggota Polri itu merujuk pada nama seseorang atau target yang juga seorang Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya saat itu, AKBP Memo Ardian.

Firso menjawab dalam surat perintahnya tidak disebutkan nama-nama siapa yang bakal ditargetkan.

"Kami melakukan upaya penyelidikan. Memeriksa saksi-saksi. Namanya siapa oknumnya kami jujur belum tahu saat itu," ucap Firso.

Firso juga mengaku jika saat itu ia mendapat informasi valid yang didapatinya dari seorang korban yang mengaku dimintai uang oleh oknum polisi di Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam jumlah fantastis.

Uang itu sebagai upaya agar kasus hukum korban yang terjerat tindak pidana narkotika tidak diteruskan.

"Ada korbannya. A1. Saya interogasi sendiri di perumahan saat itu. Saya lupa," ujar Firso.

Namun lagi-lagi, kesaksian itu disayangkan oleh Budi karena dalam keterangan korban yang menginformasikan hal tersebut, tidak disebutkan pasti nama-nama oknum polisinya.

"Harusnya jelas namanya. Kalau tidak tahu namanya itu kan juga janggal menurut kami," ujar Budi.

Firso melanjutkan kesaksiannya, ia menyebut jika saat dilakukan penyelidikan ditemukan fakta mengarah pada kegiatan yang dipimpin oleh Iptu Eko Julianto di sebuah hotel tersebut.

"Awalnya memang terkait penyalahgunaan wewenang dan ketidak profesionalan. Namun di lokasi kami malah menemukan barang bukti narkotika dan alat hisap. Langsung kami lakukan tes urine di tempat," ujar Firso.

Di Midtown Residence, Jalan Ngagel 123 Surabaya Paminal Mabes Polri menemukan delapan orang yang diamankan.

"Lima anggota Polri dan tiga sipil," sebut Firso.

Namun begitu, Firso mengaku tak lagi tahu proses hukum dan penyidikan delapan orang tersebut lantaran telah diserahterimakan ke Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved