Breaking News:

FFI Latih Ketrampilan dan Keahlian Peternak Perempuan lewat Program Kartini Peternak Indonesia

FrieslandCampina bersama afiliasinya PT Frisian Flag Indonesia (FFI) memulai program Women Empowerment in Dairy atau Kartini Peternak Indonesia.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto:ffi
Program Women Empowerment in Dairy atau Kartini Peternak Indonesia yang diinisiasi PT Frisian Flag Indonesia (FFI). 

SURYA.co.id | SURABAYA - FrieslandCampina bersama afiliasinya PT Frisian Flag Indonesia (FFI) memulai program Women Empowerment in Dairy atau Kartini Peternak Indonesia.

Yaitu program bagi peternak perempuan yang selama ini hanya membantu pengelolaan peternakan sapi perah lokal, menjadi lebih berdaya dengan menjadi peternak sapi susu.

"Program Women Empowerment in Dairy dengan nama ‘Kartini Peternak Indonesia’ adalah inisiatif FFI di bawah Dairy Development Program (DDP)."

"Program ini bekerjasama dengan mitra koperasi dan menggelar serangkaian pelatihan intensif kepada peternak perempuan," kata Andrew F Saputro, Corporate Affairs Director PT FFI, saat virtual media briefing, Rabu (22/9/2021).

Pelatihan itu termasuk program-program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas dan taraf hidup para peternak perempuan di Indonesia.

Menteri Pertanian Dr H Syahrul Yasin Limpo, SH, MH yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI drh Makmun, MSc menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada FFI dalam pengimplementasian program Kartini Peternak Indonesia.

“Susu harus hadir dan menjadi bagian dalam pencegahan stunting. Konsumsi protein hewani terbukti efektif dalam upaya pencegahan terjadinya stunting, dan salah satu sumber protein yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan masyarakat adalah produk susu," ungkap Makmun.

Makmun juga menambahkan potensi pasar peternakan sapi perah saat ini masih sangat besar, namun masih terbatas dari sisi ketersediaan bibit.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengembangkan pembibitan sapi perah karena ini menjadi ruang usaha yang punya potensi besar. Selain itu, saat ini 90 persen peternakan sapi perah dikelola oleh peternakan rakyat.

“Bersama kita harus mengupayakan kesejahteraan peternak. Saya berharap apa yang dilakukan oleh FFI dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak yang lebih merata," beber Makmun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved