Breaking News:

Erick Thohir  Ungkap Sumber Korupsi Terselubung di PTPN

Menteri Badan  Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan terkait kondisi PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN.

Editor: Rudy Hartono
kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau PT Industri Gula Glenmore (IGG) yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di lahan seluas 102,4 hektar yang terletak di Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. 

SURYA.co.id - Menteri Badan  Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan terkait kondisi PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN yang terbelit utang mencapai Rp 43 triliun. Ia bilang, itu merupakan utang lama yang sudah menggunung. Pihaknya pun berupaya untuk mengatasi utang tersebut, salah satunya dengan memperpanjangan masa pelunasan utang atau restrukturisasi.

Erick menyebut utang ini menjadi korupsi yang terselubung di PTPN. "PTPN itu punya utang Rp 43 triliun. Ini merupakan penyakit lama dan saya rasa ini korupsi yang terselubung, yang memang harus dibuka dan dituntut pihak yang melakukan ini," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9/2021).

Menurut Erick, meskipun restrukturisasi sudah berhasil dilakukan, namun perlu dibarengi komitmen perusahaan untuk membenahi kinerja keuangan. Perbaikan itu dilakukan dengan efiensi besar-besaran biaya operasional perusahaan.

Selain itu, PTPN harus pula meningkatkan produksinya agar arus kas perusahaan bisa terjaga, sehingga bisa melunasi utangnya. Jika tidak terbayarkan, bank yang memberi pinjaman bisa bangkrut akibat besarnya utang PTPN. "Ketika utang diperpanjang maka harus ada cash yang masuk, ini bank pemberi pinjaman bukan hanya Himbara, tapi ada banyak asing dan swasta, yang kalau tidak terbayarkan mereka bisa kolaps secara beruntun. Maka itu kami berinisiasi, selain efisiensi tetapi juga meningkatkan produksi," jelas Erick.

Saat ini kinerja PTPN sangat terbantu dari produksi komoditas kelapa sawit yang memang mengalami peningkatan harga di pasar global. Namun, peningkatan produksi perlu diikuti pula dengan peningkatan kualitas produk. Menurut Erick, seperti komoditas coklat yang dikembangkan PTPN di Banyuwangi saat ini, kalah saing bahkan di pasar lokal. Karenanya, diperlukan upaya lebih untuk meningkatkan kualitas komoditas coklat PTPN, sehingga bisa berdaya saing dan berdampak positif bagi perusahaan.

Oleh sebab itu, dia telah meminta PTPN untuk memberikan bibit yang bagus kepada para petani rakyat agar ketika panen bisa menghasilkan produk berkualitas yang dijual ke perusahaan. "Perbaikan di kelapa sawit membuat ada peningkatan pendapatan hingga 37 persen. Jadi focusing dari produk yang ada di PTPN menjadi kunci. Karena banyak produk-produk di PTPN, seperti coklat di Banyuwangi yang tidak punya nilai kekuatan untuk bermain di global maupun lokal, karena effort-nya dibandingkan kelapa sawit sangat jauh," papar Erick.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir Buka-bukaan soal Korupsi Terselubung di PTPN, Tumpuk Utang hingga Rp 43 Triliun".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved