Breaking News:

Berita Tulungagung

Cemburu dengan Bioskop, Pengusaha Karaoke di Tulungagung Juga Berharap Bisa Beroperasi Kembali

Yoppy mengungkapkan ada ratusan pekerja yang terdampak penutupan karaoke ini. Mereka selama ini tidak dipecat, hanya dirumahkan.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Seorang pekerja karaoke di Tulungagung menunjukkan meja yang tertutup debu karena lama tidak beroperasi. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Pengusaha karaoke yang bergabung dalam Keluarga Besar Paguyuban Karaoke dan Cafe Tulungagung berharap bisa kembali beroperasi. Mereka berpatokan pada pembukaan gedung bioskop yang sudah bisa diujicobakan pada Level 3 Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Enam karaoke dan cafe yang tergabung dalam paguyuban ini masing-masing adalah Maxy, Top, Dinasti, Star, Caesar dan Maestro.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan kepastian. Harapannya, kami diperhatikan oleh pemerintah,” ucap Ketua Keluarga Besar Paguyuban Karaoke dan Cafe Tulungagung, Yoppy Tirta, Kamis (23/9/2021).

Menurut Yoppy, pihaknya sudah pernah beraudensi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sebelum PPKM. Namun setelah PPKM ini belum ada kepastian kapan karaoke bisa kembali beroperasi.

Padahal bioskop yang juga tempat hiburan tertutup sudah bisa ujicoba operasi. “Kami sering melihat lokasi usaha lain, seperti kafe, mereka sudah buka seperti biasa. Mereka juga ramai, lalu apa yang salah dengan karaoke?” keluh Yoppy.

Ia menambahkan, situasi pandemi ini bisa diatasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pemilik karaoke Caesar ini mengungkapkan, seluruh pekerja di tempat hiburan juga telah divaksin.

Mereka yang belum divaksin tidak diperkenankan bekerja, demi mencegah potensi penularan Covid-19. “Kami sangat mendung program pemerintah menanggulangi Covid-19. Kami siap melakukan skrinning ketat pada pengunjung,” tegasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan para pelaku usaha karaoke ini adalah dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi ini untuk memastikan status vaksinasi dan status kesehatan setiap pengunjung.

Pengunjung yang belum divaksin maupun kontak pasien, akan dilarang masuk ke ruang karaoke. “Kami masih berharap ada pembicaraan dengan pihak terkait. Berikan kami ini kepastian,” ucap Yoppy.

Yoppy juga membandingkan usaha sejenis di wilayah lain, seperti Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto bahkan Blitar. Di daerah-daerah tersebut, usaha karaoke sudah mulai dibuka meski dengan pembatasan-pembatasan. Misalnya ada yang maksimal beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

Lebih jauh, Yoppy mengungkapkan ada ratusan pekerja yang terdampak penutupan karaoke ini. Mereka selama ini tidak dipecat, hanya dirumahkan.

Pemilik karaoke hanya mempekerjakan satpam untuk menjaga keamanan selama berhenti beroperasi. “Kami tidak berhentikan karyawan, hanya dirumahkan. Mereka akan kembali bekerja jika karaoke boleh beroperasi,” tutur Yoppy.

Para pemilik usaha karaoke ini juga mengaku sudah rugi ratusan juta rupiah, karena harus melakukan perawatan. Banyak alat yang rusak karena tidak dioperasikan selama satu setengah tahun. Karena itu mereka berharap bisa memulai usaha kembali untuk memulihkan kondisi ekonomi. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved