Breaking News:

Berita Lumajang

Cegah Kembali ke Penjara, Lapas Kelas IIB Lumajang Bekali Napi dengan Ilmu Agama

Ada 12 program yang disiapkan untuk menciptakan suasana Lapas Kelas IIB Lumajang mirip di dalam pondok pesantren.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Ketua Kantor Kemenag Lumajang, Muhammad Muslim saat ditemui di Lapas Kelas IIB Lumajang, Kamis (23/9/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Program pesantren di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas IIB Lumajang tampaknya sudah mulai memasuki tahap final.

Hari Kamis (23/9/2021) ini, pengurus lapas dan Kementerian Agama Lumajang melakukan tanda tangan memorandum of understanding (MoU) draf kerja sama. Dengan demikian, pembinaan keagamaan di dalam lapas akan mulai dilakukan sejak 27 September 2021.

Muhammad Muslim, Ketua Kantor Kemenag Lumajang mengatakan, ada 12 program yang disiapkan untuk menciptakan suasana lapas mirip di dalam pondok pesantren.

Di antaranya, program bimbingan baca tulis Alquran, tartil, tilawah dan hafalan Alquran.
Tidak hanya itu, para napi nantinya juga akan mendapat ilmu keterampilan pengobatan di zaman nabi, yakni bekam.

"Nanti akan ada tenaga pendidik yang kami datangkan untuk membimbing para napi," kata Muslim.

Muslim menyebut, program kerohanian tersebut akan berlangsung intens setiap hari.
Pagi hingga malam lapas akan diciptakan bernuansa pondok pesantren.

"Dalam satu minggu ada 1 program yang berjalan. Jadi tiap hari akan penuh program, diawali pagi salat Dhuha yang dilanjutkan tausiyah dan itu terus sampai malam," ujarnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang, Agus Wahono mengaku siap menjalankan program lapas berbasis pesantren.

Sejauh ini pihaknya telah memilah-milah pemahaman ilmu agama masing-masing para napi. Tujuannya, agar tenaga pendidik bisa memberikan ilmu agama sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkan.

"Kami tidak hanya menyasar ke napi, tapi juga para pegawai. Saya yakin kalau ini benar-benar diterapkan bisa mempercepat napi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga tidak ada lagi napi yang kembali di sini," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved