Berita Jember

Viral Video Ibu Hamil Hendak Melahirkan Ditandu Warga, Kejadian di Jember, Ini Kisah yang Terungkap

Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik itu menunjukkan seorang ibu hamil ditandu sejumlah orang laki-laki melintasi jalanan curam.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
Istimewa/Tangkapan layar
Tangkapan layar video warga yang menunjukkan ibu hamil ditandu melewati jalan curam di Desa Mulyorejo, Silo, Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Sebuah video ibu hamil ditandu beredar secara berantai melalui beberapa aplikasi media sosial pada Selasa (21/9/2021). Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik itu menunjukkan seorang ibu hamil ditandu sejumlah orang laki-laki melintasi jalanan curam.

Sang ibu terlihat memegangi perutnya yang buncit. Sementara, warga yang mengangkat tandu tersebut saling mengarahkan untuk mencari jalan aman.

Video itu diambil di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Perempuan yang ditandu diketahui bernama Rosidatul, warga Dusun Baban Tengah ,Desa Mulyorejo.

Seorang warga Desa Mulyorejo, Nurul Anwar membenarkan peristiwa dalam video tersebut.

"Iya, video itu benar. Memang ada ibu hamil yang mau melahirkan ditandu, karena memang melewati pembangunan jembatan yang belum selesai. Lokasinya di Jembatan Curahmas," ujar Anwar kepada SURYA.CO.ID, Rabu (22/9/2021).

Anwar menuturkan, akses jalan dan jembatan di kawasan itu baru dibangun beberapa hari terakhir. Namun pihak pelaksana proyek tidak membuatkan jembatan alternatif bagi warga sekitar yang harus berlalu-lalang melewati jalur tersebut.

"Ada jalan lain, yakni jalan lewat kebun, yang hanya bisa dilewati mobil roda berpenggerak 4x4. Jalannya licin dan medannya berat, apalagi musim hujan seperti sekarang. Jadi tidak mungkin bisa dilewati warga, apalagi yang mau melahirkan," imbuhnya.

Anwar menuturkan, sebelum melahirkan, keluarga Rosi sudah memesan mobil untuk membawa Rosi ke Puskesmas Silo 2. Namun karena akses jembatan tidak bisa dilewati, sehingga mobil menunggu di ujung jembatan dan Rosi ditandu melewati jembatan tersebut untuk menuju mobil.

Kontur Desa Mulyorejo berbukit, naik dan turun. Desa itu juga dikepung oleh sejumlah perkebunan. Ada sejumlah akses jalan yang medannya terjal, juga licin yang dilewati warga.

Anwar berharap, pihak kontraktor pelaksana proyek perbaikan Jembatan Curahmas, bisa menyediakan jalur alternatif agar aktivitas warga tidak terganggu.

"Semestinya sebelum memperbaiki jembatan, disediakan jalur alternatif yang bisa diakses warga," pungkas Anwar.

Sementara itu, Kapolsek Sempolan, AKP Suhartanto juga membenarkan peristiwa tersebut.

Tanto, sapaan Kapolsek Sempolan menuturkan, saat Rosidatul ditandu melewati sungai tak berair yang cukup curam, sudah ada petugas Puskesmas Silo 2 yang menunggu di seberang sungai.

“Itu ditandu karena akses Jembatan Curahmas sedang dalam perbaikan. Sementara mau lewat di jalan alternatif, jalannya juga becek dan tidak memungkinkan," ujar Tanto.

Dia menambahkan, Rosidatul berhasil melahirkan secara selamat di Puskesmas Silo 2.

Desa Mulyorejo merupakan desa paling ujung di sisi barat selatan Kecamatan Silo, yang berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

Kawasan Dusun Baban Tengah, Desa Mulyorejo dikenal memiliki medan berat karena berada di perbukitan dan perkebunan.

Untuk menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Silo 2, warga Dusun Baban Tengah harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam dalam jarak 22 Km.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved