Update Sejuta Guru Honorer dalam Tes PPPK, Wakil Ketua MPR: Loloskan, Jangan Perlu Ada Tes

Berikut ini update nasib sejuta guru honorer dalam tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Editor: Tri Mulyono
Cover Youtube
Guru Honorer diusulkan jadi PPPK tanpa tes 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Berikut ini update nasib sejuta guru honorer dalam tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menegaskan, pemerintah sebaiknya meloloskan sekitar 1 juta guru honorer itu menjadi PPPK tanpa tes.

Terpisah, puluhan guru honorer di Aceh menggelar aksi demo, menuntut pemerintah meloloskan mereka dalam tes PPPK.

Kisah haru guru honorer agar lolos tes PPPK juga bisa Anda simak di artikel ini.

Ahmad Muzani meminta pemerintah untuk menghargai pengabdian guru honorer yang selama ini tetap bekerja walau dibayar "seadanya".

Baca juga: Satu Juta Guru Honorer Diusulkan Jadi PPPK Tanpa Tes, Satu Syarat Ini Harus Dipenuhi

Ia berharap, para guru honorer terutama yang sudah bertahun-tahun mengabdi, bisa lolos jadi pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa harus ikut tes CPNS.

"Itu artinya memecah kebuntuan ketidakpastian guru honorer yang pendapatannya antara iya dan tidak, dengan jumlah yang tidak menentu," ujar Muzani seusai FGD SMA Darul Hikam Bandung, Rabu (22/9/2021).

Menurut dia, guru merupakan panggilan jiwa. Guru bukan pencari kerja.

Sebab itulah, ketika kebijakan Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dikeluarkan ia bersyukur.

Waktu itu, pemerintah berencana mengangkat 1 juta guru honorer jadi PPPK.  

Sayangnya, jalan guru honorer jadi PPPK pun berliku-liku. Mereka harus melalui tes yang bagi sebagian guru yang sudah puluhan tahun mengabdi, dirasa menyulitkan.

Mulai dari faktor usia hingga administrasi.  Karena itu, dari target 1 juta guru honorer yang diangkat, yang mendaftar baru 500.000an.

"Karena itu kami minta dengan hormat, pengabdian (guru honorer) pun harus dianggap sebagai bentuk lain penghargaan. Jadi loloskanlah jangan perlu ada tes," tegas Muzani.

Sebab, pengabdian itu lebih dari yang diharapkan. "Mereka berharap jadi PNS? Iya, tapi kalau tidak lolos, mereka tetap ngajar. Mereka berharap jadi PPPK? Iya, tapi kalau tidak lolos, mereka juga tetap ngajar," ucap dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved