Breaking News:

Pemprov Jatim

Serahkan SPMT untuk 16 Kepala OPD Pemprov Jatim, Khofifah Minta Pejabat Langsung Tancap Gas

Kegiatan diikuti 16 orang JPT Pratama yang baru dilantik, sesuai dengan  Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 821.2/4297/204/2021.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah menutup kegiatan Orientasi dan Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim dengan menyerahkan SPMT kepada para pejabat yang telah mengikutinya, Rabu (22/9/2021).  

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Gubernur Khofifah resmi menutup kegiatan Orientasi dan Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Rabu (22/9/2021). 

Penutupan ditandai dengan penyerahan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) kepada 16 perserta.

Kegiatan ini diikuti tepatnya 16 orang JPT Pratama yang baru dilantik, sesuai dengan  Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 821.2/4297/204/2021 tanggal 14 September 2021. 

Orientasi ini diperuntukkan bagi Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, yang pekan lalu dilantik dan mendapatkan promosi menduduki Eselon 2 di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Mengambil tema 'Kepemimpinan CETTAR untuk Jatim Bangkit', orientasi ini dilakukan oleh BPSDM Jatim, dengan memberikan pembekalan yang dikemas dalam kegiatan Leadership Camp, yang dimulai 20 hingga 22 September 2021.

Ada banyak narasumber yang dihadirkan, mulai KPK, BPKP, tokoh akademisi, serta Kemendagi dan KemenPAN RB juga Bappenas.

Gubernur Khofifah berpesan kepada para peserta, jika dengan adanya orientasi ini diharapkan lebih dapat memahami bagaimana visi dan misi dari Nawa Bakti Satya.

"Bekerja keras saja tidak cukup, bekerja baik saja tidak cukup. Bekerja keras dan bekerja baik pun juga tidak cukup, tetapi orang juga harus tahu bahwa kita sudah bekerja keras dan kita sudah bekerja dengan baik. Kita jadikan bagian ini menjadi satu kesatuan," jelas Khofifah.

Mantan Menteri Sosial RI ini juga berharap, adanya slogan Jatim CETTAR menjadi semangat para Eselon 2 dan seluruh Kepala OPD untuk menjadi tupoksi dalam menghasilkan suatu kebijakan dimasing-masing OPD.

"CETTAR berarti ada kecepatan kita untuk bisa menangani apa saja yang menjadi tupoksi kita, efektif, efisien, tanggap, transparan, penting itu accountable dan responsif."

"Bukan sekedar responsif tapi quick response. Format-format ini harus menyatu pada gerak kita di OPD mana pun dan menjadi ikhtiar bagaimana Jatim Bangkit," jelas Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah berharap dengan adanya pemantapan kompetensi ini, menjadi manfaat yang baik utamanya bagi para pejabat Eselon 2 dan Sekda Kab/Kota dalam melaksanakan tugas di tempat masing-masing. 

"Tolonglah libatkan yang junior-junior saya melihat yang junior tuh sering kali belum 'nyekrup'. Saya mengikuti IG beberapa OPD itu enggak laku, Instagram (IG) beberapa OPD itu enggak laku."

"Kalau dihitung dari berapa milenial yang menjadi ASN di situ, itu enggak laku. Nah kalau enggak laku, kembali apa yang tadi Gus Irfan sampaikan, posisi-posisi seperti ini kalau bisa kita mulai dari lingkungan terkecil OPD masing-masing. Coba bikin tim, karena itu bagian dari cara kita menyampaikan pesan," pesan Khofifah.

Usai menutup orientasi, Gubernur Khofifah menyerahkan langsung surat perintah melaksanakan tugas untuk para eselon dua yang baru saja dilantik dan meminta mereka untuk segera tancap gas bekerja melayani masyarakat Jawa Timur. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved