Breaking News:

Berita Jombang

Rembuk Stunting, Upaya Pemkab Jombang Menekan Angka Kasus Stunting Mencapai 13,1 Persen

Kasus stunting dan gizi buruk masih menjadi persoalan serius di wilayah Kabupaten Jombang.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Penandatanganan komitmen Pentahelix Rembuk Stunting oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah yang diikuti Forkopimda, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha dan media, di Hotel Yusro Jl Soekarno-Hatta, Kabupaten Jombang, Selasa (21/9/2021). 

JOMBANG, SURYA - Kasus stunting dan gizi buruk masih menjadi persoalan serius di wilayah Kabupaten Jombang.

Stunting adalah permasalahan kurang gizi kronis terhadap anak yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan sehingga mayoritas anak stunting lebih kerdil dibandingkan anak seusianya.

Pemkab Jombang melalui Dinas Kesehatan bersama stakeholder telah berupaya mencegah sekaligus menurunkan kasus stunting sedini mungkin terhadap Ibu Hamil (Bumil) sejak dalam kandungan maupun hingga bayi lahir.

Bukti upaya masif yang dilakukan pemerintah daerah yakni melalui percepatan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi bertajuk Rembuk Stunting.

Kegiatan Rembuk Stunting ini dibuka oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah yang dihadiri Kantor Perwakilan Unicef Surabaya, Rektor UNUSA, Bappeda, Dinkes Propinsi Jatim, Kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas dan perwakilan desa yang bertempat di Hotel Yusro Jl Soekarno-Hatta, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa (21/9/2021).

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengatakan masyarakat terutama ibu hamil (Bumil) agar menjaga asupan makanan dan gizi sejak kehamilan dan kelahiran bayi. Sebab, kasus stunting bisa terjadi secara permanen apabila tidak dicegah sejak dini yaitu pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Jadi asupan gizi bagi masyarakat ibu hamil sangat penting mulai dari kandungan hingga bayi untuk mencegah risiko stunting," ungkapnya, Selasa (21/9/2021).

Selain menjaga asupan gizi, pencegahan stuting juga dapat dilakukan sejak dini misalnya sebelum pernikahan melalui bimbingan atau pembekalan pra-nikah.

Sehingga, calon pasangan pengantin akan memperoleh pengetahuan terkait nutrisi tubuh yang baik saat kondisi hamil maupun setelah melahirkan dan sekaligus sebagai pencegahan terjadinya stunting pada anak.

"Jadi persiapan sejak awal itu penting sehingga perlu lebih intensif ada bimbingan pra-nikah terkait nutrisi dan gizi karena kualitas tubuh yang baik pastinya dapat melahirkan generasi yang baik pula," ucap Sumrambah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved