Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Sarana Prasarana Senilai Rp 808 Miliar untuk Pelaku IKM

Pemkab Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bakal menggelontor bantuan pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM).

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Seorang perajin komponen furniture IKM di Dusun Gondang, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang produknya tembus pasar AS dan Korsel. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto bakal menggelontor bantuan khusus bagi pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM).

Plt,Kepala Disperindag, Iwan Abdillah mengatakan program bantuan khusus IKM ini sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam percepatan pemulihan ekonomi dimasa Pandemi. Bantuan berupa barang atau alat ini dapat menunjang sekaligus meningkatkan produktivitas IKM tersebut.

"Ada 41 item bantuan berupa barang atau alat untuk IKM-IKM di Kabupaten Mojokerto," ungkapnya, Rabu (22/9/2021).

Iwan menyebutkan adapun bantuan alat untuk IKM di antaranya empat mesin roasting kopi senilai 147 juta, kompresor listrik senilai Rp.38,74 Juta, mesin giling tepung, mesin pemotongan keripik otomatis dan lainnya.

Progress program bantuan IKM kini masih dalam pengadaan tahap penawaran di Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP).

"Pengadaan bantuan alat untuk IKM dengan total pagu Rp.808 juta," jelasnya.

Menurut dia, target realisasi pendistribusian bantuan alat khusus bagi IKM diperkirakan  pada awal November 2021.

Nantinya, saat realisasi bantuan alat IKM akan diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

"Waktu pelaksanaan selama 60 hari setelah kontrak dan realisasi paling cepat November ini," ucap Iwan.

Dia berharap bantuan alat ini dapat menstimulasi pelaku IKM yang tersebar di 18 kecamatan Kabupaten Mojokerto agar mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Bantuan alat khusus IKM merupakan salah satu tugas dan fungsi Disperindag untuk kesejahteraan masyarakat terutama pelaku IKM dalam meningkatkan produktivitas.

"Kita memberikan pelatihan, pembinaan, fasilitasi (merek dagang) termasuk bantuan seperti kemarin kami membantu 38 sertifikasi halal produk makanan yang itu gratis tanpa dipungut biaya," bebernya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved