Breaking News:

Berita Surabaya

Pedagang di Surabaya Sudah Boleh Jualan Hingga Tengah Malam, Cak Eri: Satpol PP Jangan Membubarkan

Selain jam buka warung yang lebih lama di Surabaya, relaksasi juga untuk pembukaan mal bagi anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
surya.co.id/bobby constantine koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menurunnya kasus Covid-19 di Surabaya membawa dampak baik di sektor ekonomi. Pemkot Surabaya melakukan sejumlah relaksasi di beberapa sektor ekonomi berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021.

Misalnya, para pedagang yang kini diperbolehkan untuk berjualan hingga pukul 24.00 WIB. Khususnya, bagi yang baru berjualan mulai pukul 18.00 WIB.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berharap pelonggaran ini bisa kembali menggerakkan roda perekonomian lebih maksimal. Sekalipun, harus tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Cak Eri mengimbau pelonggaran PPKM membuat masyarakat tak hanyut dalam euforia. Akibat lalai, bisa fatal dengan kasus Covid-19 yang bisa kembali meningkat.

Saat di tempat makan, pengunjung maupun penjual harus sama-sama bersinergi. Misalnya, penggunaan satu meja maksimal hanya untuk dua orang. Ini memungkinkan jaga jarak.

"Penjual bisa sosialisasi ke pembeli, tolong sama-sama menjaga. Ini waktunya ekonomi bergerak. Kalau ekonomi bergerak, itu juga untuk masyarakat sendiri,” kata Cak Eri, Rabu (22/9/2021).

Oleh karena itu, ia akan tetap menerjunkan tim satgas Covid-19 berkeliling memantau warung dan restoran.

"Petugas Satpol PP, Linmas, dan Kecamatan akan jaga (penerapan prokes) di sana, bukan untuk membubarkan,” ujarnya.

Pada masa relaksasi tersebut, ia sempat berkeliling ke sejumlah tempat makan di Jalan Mayjen Yono Soewoyo dan Jalan Lidah Wetan awal pekan ini. Beberapa di antaranya, mulai ramai oleh pengunjung.

Ia meminta petugas mengingatkan kepada penjual dan pembeli agar tetap mematuhi prokes.

"Petugas di sana fungsinya untuk menjaga dan prokes. Jangan sampai melarang jualan. Jangan diobrak terus. Asalkan, mereka berjualan sesuai dengan peraturan. Saya kembalikan ke warga, tolong dijaga dengan pakai masker dan taat prokes. Sudah waktunya ekonomi bangkit,” tegasnya.

Pendekatan petugas ketika menegur masyarakat harus dengan pendekatan yang humanis.

“Itu wargaku, warga Surabaya yang butuh makan dan ekonomi bergerak. Jangan pernah menegur pakai marah dan emosi,” tegas Cak Eri.

Selain jam buka warung yang lebih lama, relaksasi juga untuk pembukaan mal bagi anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Anak-anak diperbolehkan untuk memasuki pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan.

Aturan ini hanya berlaku di empat wilayah, salah satunya, ialah Kota Surabaya.

“Dalam Inmendagri, untuk Kota Surabaya, anak usia 12 tahun ke bawah iso mlebu (bisa masuk) mal,” kata Cak Eri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved