Breaking News:

Kisah Sedih Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Dicokok KPK, Pendahulunya Meninggal Sebulan Dilantik

Berikut ini biodata Andi Merya Nur, bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ditangkap tim KPK dalam OTT.

Editor: Tri Mulyono
Youtube Tribun Sumsel
Kisah sedih Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur Dicokok KPK, pendahulunya meninggal bulan dilantik. Berikut ini biodata Andi Merya Nur. 

SURYA.CO.ID, KOLAKA TIMUR - Berikut ini biodata Andi Merya Nur, bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ditangkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Andi Merya Nur baru menjabat bupati selama 3 bulan, menggantikan bupati sebelumnya, Samsul Bahri Majid, yang meninggal dunia mendadak setelah kurang sebulan dilantik menjadi bupati.

Andi Merya Nur kini sudah tiba di gedung KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Rabu (22/9/2021) malam.

Bupati Andi Merya Nur yang ditangkap KPK atas kasus dugaan korupsi memiliki total kekayaan Rp 478.078.198.

Sebagaimana pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari laman https://elhkpn.kpk.go.id,  Andi Merya terakhir melaporkan kekayaannya pada 9 September 2020 untuk pelaporan khusus calon penyelenggara negara atau sebagai calon Wakil Bupati Kolaka Timur.

Rinciannya, Andi Merya tercatat memiliki satu bidang tanah berlokasi di Kabupaten Kolaka Timur senilai Rp90.000.000.

Selanjutnya, ia tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp374.400.000 dan kas dan setara kas senilai Rp13.678.198.

Dalam laporan harta kekayaannya, Andi Merya tercatat tidak memiliki alat transportasi dan mesin.

Bupati Andi Merya sebelumnya maju sebagai Wakil Bupati Kolaka Timur berpasangan dengan Samsul Bahri Majid (almarhum) pada Pilkada 2020 di Kabupaten Kolaka Timur.

Keduanya memenangkan kontestasi lima tahunan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun sultra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved