Breaking News:

Berita Surabaya

Dua Oknum Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo di Surabaya Jalani Sidang Pertama, Jaksa Gunakan UU Pers

Jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi diinterogasi disertai dengan tendangan, pukulan dan penamparan hingga ancaman pembunuhan.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Dua terdakwa oknum polisi saat diadili akibat melakukan penganiayaan dan menghalangj kinerja jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi, Rabu (22/9/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua anggota polisi aktif Polda Jatim yakni Bripka Purwanto dan Brigpol Muhammad Firman Subakhi dihadirkan menjadi terdakwa kekerasan terhadap Jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi.

Keduanya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (22/9/2021).

Sebelum sidang dimulai, sempat terjadi aksi penolakan dari Jaksa Penuntut Kejati Jatim terkait kehadiran tim Bantuan Hukum Polda Jatim duduk di kursi persidangan dan menjadi pengacara kedua terdakwa.

Penolakan itu dilontarkan Jaksa Winarko yang langsung mendatangi meja ketua majelis hakim.

"Kalau polisi menjadi advokat tidak bisa, hanya pendampingan saja. Bankum dari Polri sifatnya hanya pendampingan saja, mereka tidak boleh duduk dikursi kuasa hukum para terdakwa. Hal ini sesuai keputusan Mahkamah Agung Nomor 8 tahun 1987," kata Jaksa Winarko di ruang sidang, Rabu (22/9/2022).

Atas sikap penolakan itu, ketua majelis hakim pun menyetujuinya. Hakim akhirnya masih memperbolehkan Bankum Polri duduk di kursi persidangan mendengarkan jaksa membacakan dakwaan.

Sementara dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko menyatakan kedua oknum polisi itu telah melakukan, sebagai orang yang melakukan, yang menyuruh lalukan, atau turut melakukan perbuatan itu, dengan sengaja melakukan tindakan yang mengakibatkan menghambat atau menghalangi pelaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat 2 yakni soal penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran dan ayat 3 yakni menghalangi hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

"Atas perbuatanya itu kedua teradakwa dijerat pasal alternatif antaranya; Pasal 18 ayat 1 UU No.40 Tahun 1999 tentang pers Juncto pasal 55 ayat 1, Pasal 170 ayat 1 KUHP Jucto 55 ayat 1, pasal 351 ayat 1 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 335 ayat 1 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," kata Jaksa Winarko.

Meskipun dijerat pasal alternatif, kedua terdakwa ini tidak melakukan eksepsi atau bantahan.

Sebelumnya, kasus berawal Pada Sabtu (27/3/2021), Nurhadi tiba di Gedung Samudra Bumimoro Surabaya untuk mendapatkan keterangan dari seorang pejabat di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved