Breaking News:

Berita Lamongan

Alami Defisit Anggaran Rp 320 Miliar, Tahun Depan Lamongan Prioritaskan Pembangunan Jalan pada 2022

Yuhronur menambahkan, pandemi seharusnya dijadikan momentum untuk perbaikan dan reformasi sistem kesehatan di Kabupaten Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyampaikan Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2022 Kabupaten Lamongan dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Lamongan, Rabu (22/9/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Arah rencana pembangunan Kabupaten Lamongan mulai menapaki arah baru. Tidak hanya terpaku untuk penanganan Covid-19, Pemkab Lamongan akan mulai memprioritaskan pada pembangunan daerah, khususnya perbaikan sektor infrastruktur pada 2022 mendatang.

Hal itu tertuang dalam pengantar nota keuangan atas rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Program Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2022, yang disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Lamongan, Rabu (22/9/2021).

Rancangan APBD ini berbeda dengan rancangan tahun sebelumnya yang lebih fokus pada penanganan Covid-19. Meski begitu, rancangan KUA-PPAS 2022 tetap tidak seketika melepaskan fokus pada Covid-19 karena memang belum bisa dipastikan bahwa pandemi sudah berakhir.

Tetapi perhatian pada pembangunan infrastruktur, terutama jalan, memang sudah saatnya dilakukan. “Belanja daerah akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur khususnya untuk memperbaiki jalan. Dengan skema pinjaman daerah sebesar Rp 350 miliar,” ungkap Yuhronur.

Melalui penguatan pembangunan jalan tersebut, Yuhronur berharap dapat mendukung konektivitas serta akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Juga mempercepat mobilitas barang produksi masyarakat sehingga ekonomi semakin tumbuh dan merata.

Selain pembangunan infrastruktur jalan, lanjut Yuhronur, pembangunan juga dilakukan pada penyediaan pelayanan dasar dan pelayanan tersier yang diarahkan untuk mendukung perluasan layanan jaringan air.

Seperti perluasan layanan jaringan air di Babat dan jaringan di wilayah sebelah Selatan yang merupakan program air bersih Mojo-Lamong maupun Lamongan–Gresik yang sampai sekarang dalam pengerjaan.

Sedangkan pelayanan tersier yakni irigasi yang telah diprogramkan untuk mendukung peningkatan penyediaan sumber air yang dipergunakan untuk pertanian.

Ditambahkan Pak Yes - sapaan Yuhronur - selain prioritas infrastruktur, bidang kesehatan tentu masih menjadi perhatian dengan mengantisipasi resiko dampak Covid-19.

Caranya adalah melalui testing, tracing, dan treatment, melanjutkan program vaksinasi Covid-19, serta penguatan sosialisasi dan pengawasan protokol kesehatan. Cara itu diharapkan efektif dalam pengendalian pandemi Covid-19, sehingga pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial dapat dijaga serta terus dipercepat dan diperkuat.

Yuhronur menambahkan, pandemi seharusnya dijadikan momentum untuk perbaikan dan reformasi sistem kesehatan di Kabupaten Lamongan.

Misalnya dengan membenahi fasilitas layanan kesehatan sampai dengan Puskesmas, transformasi layanan primer, layanan rujukan, peningkatan ketahanan kesehatan, peningkatan kualitas dan redistribusi tenaga kesehatan, serta pengembangan teknologi informasi dalam layanan kesehatan.

Dalam nota keuangan tersebut disampaikan bahwa pendapatan daerah Tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp 2.900.519.939.710 (Rp 2,9 triliun). Sedangkan Belanja Daerah diproyeksikan sebesar Rp 3.220.519.939.710 (Rp 3,2 triliun), sehingga ada defisit anggaran Rp 320 miliar yang akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati, dengan menjaga keberlanjutan fiskal. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved