PGN

Subholding Gas Pertamina Uji Pasar Program PGN Sayang Ibu Gaskita di Jakarta dan Tangerang

Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melaksanakan uji pasar Gaskita Program PGN Sayang Ibu di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto:pgn
Dari Kiri: Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz, Kepala BPH Migas Erika Retnowati, Ditektur Utama PGN M Haryo Yunianto, Lurah Malaka Sari Rusli Abidin saat uji pasar Gas Kita Program PGN Sayang Ibu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melaksanakan uji pasar Gaskita Program PGN Sayang Ibu di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

Uji Pasar diselenggarakan di Malaka Sari, Jakarta Timur secara seremonial hybrid, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada Selasa (21/09/2021).

Acara dihadiri Kepala BPH Migas Erika Retnowati, Komite BPH Migas Wahyudi Anas, Basuki Trikora Putra, Saleh Abdurrahman, dan Direktur Gas Bumi BPH Migas, Sentot Harijady BTP.

Selain itu hadir pula Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas KESDM, Noor Arifin Muhammad serta Direktur Utama PT PGN Tbk, M. Haryo Yunianto.

Saat ini, di Jakarta, tercatat ada 15.479 SR calon pelanggan gas bumi rumah tangga dengan nama brand produk Gaskita.

Sedangkan di Tangerang sebanyak 37.929 calon pelanggan. Produk Gaskita ini ditawarkan kepada calon pelanggan dengan harga Rp 10 ribu/m³.

"Dalam penentukan harga itu tentu kami memperhatikan berbagai aspek. Yang pertama tentu dari sisi pemerintah, bahwa kami itu bertugas untuk menjamin ketersediaan serta jangkauan dari gas bumi itu sendiri," kata Erika Rertowati, Kepala BPH Migas.

Kedua adalah dari sisi badan usaha, sebagai badan usaha tentunya harus tetap untung. Tapi tentu saja, akan menjaga keuntungannya itu masih dalam batas wajar. Kemudian juga tentunya kepentingan dari masyarakat.

"Acara di Malaka ini merupakan bagian dari upaya pencapaian target jargas rumah tangga 4 juta pelanggan. Mari kita bersama untuk mencapai target pembangunan tersebut," imbuh Erika.

Direktur Utama PGN, M Haryo Yunianto menjelaskan bahwa penawaran khusus ini, pelanggan akan mendapatkan benefit-benefit lebih dari penggunaan gas bumi rumah tangga.

Untuk pelanggan rumah tangga, akan mendapatkan gratis biaya instalasi sampai dengan kompor maksimum 15 meter, gratis biaya konversi kompor dari LPG ke gas maksimal 2 (dua) tungku, dan diskon untuk konversi water heater.

"Uji pasar Program PGN Sayang Ibu Gaskita di Jakarta ini merupakan salah satu pola pembangunan jargas yang dapat di copy paste di wilayah lain di Indonesia. PGN siap bekerjasama dengan berbagai pihak dalam proses pembangunan jargas dan mencapai target pemerintah," jelas Haryo.

Benefit dapat dirasakan oleh pelanggan rumah tangga atau usaha kecil, seperti gratis inspeksi pipa dan peralatan sebanyak 1 kali serta gratis asuransi kebakaran.

PGN juga menerapkan digitalisasi layanan dengan penggunaan teknologi sistem smart meter gas, sehingga akan memudahkan dalam monitoring online pemakaian gas melalui aplikasi PGN mobile dan pencatatan meter otomatis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved