Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Sosok Ini Diduga Saksi Kunci Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Satu-satunya Nama Disebut Polisi

Siapa sosok saksi kunci pembunuhan ibu dan anak di Subang? Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel mempertanyakan nama Danu yang disebut polisi.

Editor: Iksan Fauzi
tangkapan layar
Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel 

SURYA.co.id - Siapa saksi kunci pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat? Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel menduga nama saksi kunci sudah dikantongi oleh penyidik.

Dugaan itu merujuk kepada satu-satunya nama saksi yang disebut oleh Polda Jabar. Padahal, menurut Reza, ada banyak saksi yang ikut dimintai keterangan dalam kasus pembunuhan Amalia Mustika Ratu dan Tuti Suhartini di rumahnya pada Rabu (18/8/2021).

Walaupun Reza tidak dapat memberikan tafsiran terlalu dalam saksi kunci, ini kemungkinan adalah strategi pihak kepolisian. Ia mempertanyakan nama Muhammad Ramdanu alias Danu yang disebut Polda Jabar ke publik.

Menurut Reza, pihak kepolisian mungkin saja telah menemukan saksi kuncinya. Saksi kunci ini nantinya yang akan mengantarkan kepada siapa tersangka. Atau, kata Reza, ada strategi lainnya lagi di balik semuanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Reza secara virtual pada acara Teka Teki Kasus Pembunuhan di Subang, Perlahan Mulai Terkuak yang disiarkan oleh tvOne, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Update Yosef Tes Kebohongan2 Kali, Istri Muda Sekali, Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Mengerucut

Muhammad Ramadanu alias Danu mengaku diperiksa 8 kali oleh polisi. Gara-garanya terdapat DNA Danu di TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
Muhammad Ramadanu alias Danu mengaku diperiksa 8 kali oleh polisi. Gara-garanya terdapat DNA Danu di TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. (tangkapan layar Kompas TV)

"Apakah ini kabar baik bahwa polisi telah menemukan saksi kunci yang akan mengantarkan pada simpulan siapa yang sebenarnya ditetapkan sebagai tersangka, atau apakah ini merupakan strategi lain yang coba dilakukan pihak kepolisian, saya tidak bisa memberikan tafsiran apapun," terang Reza.

Mengingat, Humas Polda Jawa Barat mengumumkan nama Danu secara terbuka. Padahal selain Danu, banyak saksi lain yang juga dimintai keterangan, tapi tanpa disebutkan namanya.

"Humas Polda jawa Barat mengabarkan telah memeriksa sejumlah saksi, tapi tidak dijelaskan siapa nama-namanya, ini sebenarnya praktek yang wajar, yakni tidak menyebutkan nama-nama saksi."

"Tapi apa maksudnya jika pihak kepolisian mengumumkan nama tersebut (Danu) secara terbuka, kalau ini memang nama asli," kata Reza.

Justru, kata Reza, ini menjadi tanda tanya, mengapa Danu yang dikabarkan dipanggil sebagai saksi malah disebutkan namanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved