Breaking News:

Berita Lumajang

Setelah Keluar dari Lapas Kelas IIB Lumajang, Ahmadani Napi Terorisme Mengaku Ingin Melakukan Ini

Setelah menjalani masa hukuman 6 tahun 8 bulan, Ahmadani alias Ibrahim seorang napi kasus terorisme dinyatakan bebas dari Lapas Kelas IIB Lumajang

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Ahmadani alias Ibrahim seorang narapidana kasus terorisme saat berpamitan pulang kepada petugas setelah dinyatakan bebas dari Lapas Kelas IIB Lumajang, Selasa (21/9/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Setelah menjalani masa hukuman 6 tahun 8 bulan, Ahmadani alias Ibrahim seorang narapidana kasus terorisme dinyatakan bebas dari Lapas Kelas IIB Lumajang, Selasa (21/9/2021).

Ahmadani merupakan pelaku terorisme yang terlibat aksi pengeboman di Gereja Oikumene, Samarinda pada 13 November 2016 silam.

Diketahui, sebelum kembali menghirup udara bebas sekitar 3 bulan lalu Ahmadani telah mengucap ikrar NKRI. Dia menyatakan ingin kembali memeluk NKRI dan menjadi warga negara yang baik.

Usia Ahmadani memang masih muda. Pria asal Samarinda, Kalimantan Timur itu baru umur 22 tahun. Sebelum bebas, dirinya pernah mengaku ingin menjadi seorang petani di kampung halamannya.

"Dia setelah bebas ingin kumpul sama keluarganya. Ingin bercocok tanam di Samarinda," kata Agus Wahono, Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang.

Agus menyebut, Ahmad sudah banyak berubah. Dipastikannya, paham radikalisme yang pernah dianut Ahmad kini sudah luntur. Sehingga Ahmad merupakan napi yang mendapat remisi 23 bulan 15 hari dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Sepengalaman saya, kalau dia masih radikal tidak mau ikut salat jemaah. Dia tidak mau salatnya diimami orang lain. Tapi Dani kan enggak, dia mau ikut salat Jumat dan sudah bergaul seperti layaknya warga binaan lain," terang Agus.

Pantauan di lokasi, Ahmadani keluar dari Lapas Kelas IIB Lumajang sekitar pukul 08.45. Dia keluar dari lapas mengenakan jaket hoodie, setelan celana jeans lengkap dengan sneaker.

Ahmadani tampak tak banyak bicara. Tepat di depan gerbang lapas, dia berpamitan dengan sebagian warga binaan lain dan petugas. Kemudian, dia langsung masuk mobil minibus.

Oleh petugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mantan napi terorisme itu diantar sampai ke rumahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved