Breaking News:

Berita Magetan

Mantan Kades di Magetan Terlibat Penimbunan Solar, Perusahaan Diduga Penadah Tetap Misteri

sudah berulang kali pelaku penimbunan BBM tertangkap tetapi polisi tak mengusut perusahaan yang ditengarai sebagai penadahnya.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Satu unit truk tangki berkapasitas 8.000 liter dan sejumlah drum diparkir di pelataran parkir barang bukti Polres Magetan, Selasa (21/9/2021). 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dibongkar Polres Magetan pekan ini, tetap menyisakan ganjalan. Ada empat orang yang diamankan dalam penimbunan solar itu, salah satunya adalah mantan kepala desa (kades) berinsial KS (52), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Barat.

KS ditangkap bersama tiga warga lainnya oleh Satreskrim Polres Magetan, usai penggerebekan di rumahnya. Tiga orang lainnya yang ikut dibawa polisi adalah sopir truk, kernet dan karyawan yang membantu di gudang penimbunan solar itu

Penggrebekan dilakukan anggota Satreskrim setelah menerima informasi dari warga setempat adanya penimbunan solar di rumah KS. Selain mengamankan empat pelaku, polisi juga membawa alat-alat untuk menimbun di antaranya beberapa drum dan toren (tempat menampung BBM).

"BBM jenis solar yang ditimbun di rumah KS itu, kemudian dijual ke penadah yang ditengarai beberapa perusahaan, dengan harga lebih tinggi dibanding SPBU,"kata Kasatreskrim Polres Magetan, Iptu Rudi Hidajanto, Selasa (21/9/2021).

Keempat tersangka itu ditahan di sel Satreskrim Polres Magetan dan diperiksa intensif untuk menentukan siapa pelaku penimbunan atau dalangnya. Menurut Rudi, aktor utama menyuruh seseorang membeli solar ke SPBU dengan membawa surat dari desa.

"Modus lama, membeli solar ke SPBU dengan membawa surat dari desa. Dengan alasan untuk mengairi sawah. Solar yang dibeli itu kemudian dibawa ke rumah KS untuk ditimbun di toren bervolume besar," kata Rudi.

Polisi masih memintai keterangan sejumlah saksi yang mengetahui perusahaan penadah hasil penimbunan yang dilakukan para tersangka itu.  Hanya polisi tidak menjelaskan, berapa liter solar yang disita dari penggerebekan di rumah KS itu. 

"Hingga saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi, termasuk mengumpulkan bukti bukti lain, menentukan tersangka tersangkanya," tegasnya.

Ironisnya, sudah berulang kali pelaku penimbunan BBM tertangkap tetapi polisi tak mengusut perusahaan yang ditengarai sebagai penadahnya.

Sampai sekarang perusahaan-perusahaan yang diduga ikut menjadi penadah, mash misteri. Dan anehnya lagi, selama ini hakim atau jaksa tidak pernah menanyakan penadah dari penimbun BBM yang dibekuk polisi itu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved