Breaking News:

Berita Surabaya

Kejati Jatim Tahan Seorang Lagi Tersangka Kredit Fiktif Bank Jatim, Negara Rugi Rp 11 Miliar Lebih

Kedua tersangka menggunakan modus memalsukan dokumen pengajuan kredit dan bekerja sama dengan petugas Bank Jatim cabang Kepanjen.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Tim Penyidik Pidsus Kejati Jatim membawa tahanan berinisial AN, salah seorang di antara para tersangka kredit fiktif Bank Jatim. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim), menahan tersangka seorang lagi tersangka kredit fiktif dengan modus memalsukan dokumen.

Tersangka itu berinsial AN yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih capai Rp 11 miliar lebih.

Kasi Penkum Kejati Jatim, Fathur Rohman menyatakan, Kejati Jatim sebelumnya melakukan penahanan kepada tersangka CF pada Kamis (16/9/2021).

"Kini Tim Penyidik Pidsus kembali melakukan penahanan kepada tersangka AN, atas pengembangan kasus yang sama dengan tersangka CF. Sebelum dilakukan penahanan, tersangka AN telah menjalani swab tes antigen di Poli Klinik Kejati Jatim dengan hasil swab negatif," ungkap Fathur, Selasa (21/9/2021).

Kasus tersangka AN merupakan hasil dari pengembangan kasus tersangka CF yang merupakan debitur yang membobol Bank Jatim cabang Kepanjen senilai Rp 11 miliar lebih.

Keduanya menggunakan modus memalsukan dokumen pengajuan kredit dan bekerja sama dengan petugas Bank Jatim cabang Kepanjen.

Sebelumya, tim Penyidik Pidsus telah menahan 5 orang tersangka yang terdiri dari 2 pegawai Bank Jatim cabang Kepanjen serta 3 orang debitur dan perkara tersebut telah memasuki persidangan.

Menurut Koordinator Pidsus Kejati Jatim, Teguh Ananto SH MH Penahanan tersangka dilakukan untuk mempercepat penyelesain perkara dan berdasarkan syarat objektif dan subjektif telah memenuhi syarat untuk di tahan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved