Breaking News:

Berita Bangkalan

Ambisi Percepatan Pembangunan di Madura Malah Melambat, Tersendat Realisasi JLS Bangkalan-Sampang

Padahal pagu anggaran untuk pembangunan JLS Bangkalan-Sampang telah ditentukan senilai Rp 300 miliar dalam APBN 2021

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan Bappeda Kabupaten Bangkalan, Felgi Surya Prana menunjukkan rencana jalan nasional lintas selatan Bangkalan-Sampang, Selasa (21/9/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Di tengah hantaman pandemi Covid-19, semangat implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 hingga saat ini masih menyala.

Hanya, perpres yang menjadi payung hukum untuk percepatan pembangunan ekonomi di Madura itu, sekarang malah seperti terhambat lantaran tidak adanya kepastian pembangunan Jalan Lintas selatan (JLS) Bangkalan-Sampang.

Padahal pagu anggaran untuk pembangunan JLS Bangkalan-Sampang telah ditentukan senilai Rp 300 miliar dalam APBN 2021. Malah terkesan ada tarik ulur dalam studi kelayakan, sehingga rencana JLS malah jadi penghambat rencana percepatan itu.

Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangkalan, Felgi Surya Prana mengungkapkan, pihaknya baru mengikuti gala zoom meeting (rapat virtual) dengan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam kesempatan tersebut, Bappeda Bangkalan mengingatkan kembali bahwa Perpres 80/2019 bukan hanya domain Bangkalan namun juga menjadi ranah Kementerian PUPR.

“Semangat (Perpres 80/2019) masih ada. Sebelum pandemi Covid-19, empat kabupaten di Madura bersepakat bahwa JLS Bangkalan-Sampang menjadi prioritas, digarap duluan,” ungkap Felgi kepada SURYA, Selasa (21/0/2021).

Namun, lanjut Felgi, pembangunan JLS nasional itu hingga saat ini masih pada tahapan perencanaan yang telah melalui tahapan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan. Ia pun belum mengetahui secara pasti kapan pelaksanaan proyek tersebut mulai dikerjakan.

“Kami sifatnya wait and see, masih menunggu DED (Detailed Engineering Design) dari provinsi (Jatim) atau PUPR. Awalnya (DED) akan dibuat provinsi, namun masih tarik ulur dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) karena JLS itu akan menjadi jalan nasional,” jelas Felgi.

Perpres 80/2019 yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 20 November 2019, seolah menjadi oase sekaligus asa untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi di Pulau Madura.

Bangkalan diplot sebagai bagian dari Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 dalam konsep Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved