Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Yosef Suruh Yoris Sewa Pengacara, Minta Danu ke TKP Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Sebelum Polisi

Terungkap Yosef (55) menyuruh anaknya, Yoris Raja Amanullah menyewa pengacara untuk menghadapi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Editor: Iksan Fauzi
Cover Youtube
Yosef menyuruh Yoris sewa pengacara tapi ditolak anaknya. Yosef juga memerintahkan Danu ke rumah TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang sebelum polisi tiba. 

Tak hanya sidik jari, menurut Yeti, di jaket Yosef juga terdapat bercak darah.

"Dari jaket ada darahnya', ah macam-macam, jadi gak mau, harus diterima aja," kata Yeti membocorkan curhatn Yoris.

Danu diminta Yosef ke rumah TKP sebelum polisi datang

Sempat dicurigai Yosef perihal punya kunci akses ke rumah Tuti korban pembunuhan, Danu akhirnya angkat bicara. Danu adalah keponakan almarhumah Tuti.

Dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amalia, Danu turut menjadi saksi yang diperiksa pihak kepolisian.

Pemeriksaan itu berkaitan dengan pengakuan Yosef, suami sekaligus ayah korban pembunuhan tentang siapa saja yang punya akses ke rumah Tuti.

Melalui kuasa hukumnya yakni Rohman Hidayat, Yosef menceritakan soal pemilik kunci rumah Tuti. Menurut Rohman dari pengakuan Yosef, yang memiliki kunci rumah antara lain Tuti, Amalia Mustika Ratu, Yosef dan Yoris.

Selain itu menurut Rohman Hidayat, keponakan Tuti, Danu juga memiliki akses masuk ke rumah Tuti.

"Pak Yosef kepada saya berbicara bahwa salah satu dari keluarga korban itu yang memiliki akses datang ke rumah selain kedua korban, anak tertuanya Yoris dan pak Yosef sendiri," ucap Rohman Hidayat dilansir dari Tribun Jabar.

Berdasar keterangan Yosef, kata Rohman, Danu juga sering kali datang pada malam hari.

"Saksi lainnya itu sering datang ke rumah malam-malam, saya kurang tau jelas, memang sudah biasa aja bahwa D sering datang ke rumah, itu menurut keterangan Yosef, ya," ujar Rohman Hidayat.

Akibat pengakuan Yosef tersebut, sosok Danu sempat dicurigai ikut andil dalam pembunuhan Tuti dan Amalia.

Gusar dengan isu tersebut, Danu pun akhirnya buka suara.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas TV, pria yang punya nama lengkap Muhammad Ramdanu itu membantah semua tudingan Yosef

Berstatus sebagai saksi kasus pembunuhan Tuti dan Amalia, Danu pun blak-blakan. Bahwa tiap kali hendak ke rumah mendiang Tuti dan Amalia, Danu selalu izin terlebih dahulu. Hal itu lantaran Danu tak punya kunci ke rumah tersebut.

"Kalau akses mah Danu nge-WA dulu kalau mau ke rumah. Enggak ada langsung buka pintu atau apa. Kalau kunci juga enggak sama Danu," pungkas Danu dikutip pada Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, Danu pun menjelaskan tugasnya ketika datang ke rumah Tuti. Sebagai keponakan sekaligus staf TU di yayasan milik Yosef, Danu mengaku hanya datang ke rumah Tuti jika disuruh.

Danu akan sigap datang jika sang bibi, Tuti memintanya.

"Kalau almarhum suruh nge-print, nyuruh beli apa, langsung buru-buru datang. Kalau disuruh aja. Danu benar-benar pegang kunci tuh kunci SMK. Kan ada duplikatnya 3. Sama Danu satu, Pak Wahyu satu, Pak Kosasih satu," ungkap Danu.

Tak hanya itu, Danu juga kerap minta izin terlebih dahulu ke Amalia, sepupunya yang jadi korban pembunuhan, jika mau ke rumah.

Alasan Danu ke rumah Tuti pun tak lain karena urusan pekerjaan.

"Kunci SMK itu sama Danu. Tapi kalau kunci rumah itu Danu enggak pegang sama sekali. Kalau mau ke rumah juga WA dulu 'Mel ada di rumah enggak ?' 'Mel ada print-an. Boleh enggak Danu ke sana?'," imbuh Danu.

Diakui Danu, dirinya bekerja sebagai staf TU di yayasan milik Yosef.

Sementara diketahui, Amalia dan Tuti, korban pembunuhan sadis di Subang berstatus sebagai bendahara di yayasan.

"Mangga wae lah, Danu enggak punya salah. Ya kalau tanggapan dari mereka dugaan bahwa Danu megang kunci, sok aja, pasrahkeun. Danu enggak pegang kunci," ungkap Danu.

Sempat dicurigai Yosef, Danu melayangkan doa agar kasus pembunuhan bibi dan sepupunya cepat terungkap.

"Harapannya mudah-mudahan terungkap, cepat terungkap. Mudah-mudahan Allah mengizinkan mengungkap siapa ini pembunuhnya," harap Danu.

Diwartakan sebelumnya, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) tewas dibunuh pada 18 Agustus 2021.

Jasad ibu dan anak itu ditemukan di dalam bagasi mobil Alphard di rumah mereka, Desa Jalan Cagak, Kampung Ciseuti, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Polisi Temukan Bukti Baru

Kabarnya, polisi menemukan bukti baru yang diduga dibuang pelaku tak jauh dari lokasi kejadian.

Bukti baru tersebut berupa bungkusan plastik warna hitam yang saat ini telah dibawa aparat kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan.

Polisi juga telah mendapatkan rekaman CCTV di ruas Jalan Cagak, Subang Jawa Barat untuk memperkuat penyelidikan terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di subang.

Rekaman CCTV itu terpasang di tempat cucian mobil yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu ditemukan tewas di bagasi mobil Alphard, 18 Agustus 2021 silam.

Dari rekaman CCTV terlihat ada perempuan misterius di waktu penemuan ibu dan anak tersebut.

Tempat pencucian mobil yang berjarak hanya 500 meter dari lokasi kejadian pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang itu bahkan sempat didatangi oleh anjing pelacak yang dikerahkan oleh pihak kepolisian.

Hal tersebut dikatakan oleh Dede Sopian (40) pemilik dari pencucian mobil pada sebelumnya memang tempat dari pencucian mobil miliknya sempat didatangi anjing pelacak milik pihak kepolisian.

"Ada anjing pelacak polisi ke sini ngacak-ngacak tong sampah yang di sini, terus ke belakang sama ke kebon," ujar Dede saat ditemui, Sabtu (18/9/2021).

Setelah itu, menurut Dede, pihak kepolisian langsung mengambil salah satu bungkusan hitam yang berada di tong sampah setelah anjing pelacak sempat menggonggong di area tersebut.

"Kalo kayaknya mah di sekitar sini menemukan di tong sampah ini mah ada gitu yang diambil," katanya.

Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui pasti atas temuan dari anjing pelacak yang mendatangi tong sampah di area tempat pencucian miliknya tersebut.

"Keliat sama saya udah jadi areng gitu, tanpa rasa curiga juga memang setiap malam sampah yang berada di tong sampah itu rutin dibakar," ucap Dede. (TribunBogor)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved